ULASAN SERIAL ALICE IN BORDERLAND MUSIM KE 3 TAHUN 2025

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Kamis, November 27, 2025

 

 

Identitas Serial: Alice In Borderland Musim ke 3

Asal Serial: Jepang

Durasi/Episode Serial: 1 Jam perepisode (6 episode)

Jenis Serial: Aksi dan Petualanagan

Sutradara Serial: Shinsuke Sato

Penulis Serial: Shinsuke Sato dan Yasuko Kuramitsu

Studio Serial: Robot Communications

Tahun Rilis Serial: 2025

Pemain Serial: Kento Yamazaki, Tao Tsuchiya, Tina Tamashiro, Kotaro Haido, Hyunri, Koji Ohkura, Hiroki Ikeuchi, Akana Ikeda, Joey Iwanaga, Yugo Mikawa, Kento Kaku, dan Hayato Isomura.

Estimasi Biaya: -

Keuntungan Penjualan: -

Penilaian Serial Asia Wiki: 91 Poin (2.239 orang penonton)

Penilaian Serial Cinemascore: -

Penilaian Serial IMDB: 7,8 / 10 Poin (138.000 orang penonton)

Penilaian Serial Rotten Tomatoes: 78% / 100% dari kritikus film profesional dan 80% / 100% dari penonton biasa

Pengulas Serial: Aisyah Nur Rahmah Febriani

Website Pengulas Serial:  https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com

 

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, saya sangat suka menonton serial fiksi, aksi, dan penuh teka-teki, seperti Squid Game musim 1, 2, sampai 3, tetapi terlalu sadis, sangat gelap, dan pemerannya semua psikopat atau tidak punya hati karena permainan tradisional, permainan semasa kecil ditambah terlalu mudah untuk diselesaikan, tidak ada saling kepercayaan, mudah terpecah, terlalu ditutupi ambisi, keegoisan, dan kerakusan nyata.

Selanjutya, saya berubah haluan ke Alice in Borderland musim 1, 2, sampai 3 yang memiliki alur permainan yang lebih modern, menonjolkan kerja fisik yang kuat, banyak permainan baru yang tidak terduga, sangat sulit diselesaikan, saling kepercayaan kuat walau beberapa orang egois, permainan juga banyak mengeksplor pikiran sampai menekan mental.

Dari semua alasan diataslah yang membuat saya tertarik mengulas serial ini dan semoga semua teman-teman suka atas ulasan saya ya~

 

        A.   Berikut Sinopsis Lengkap dari Serial Alice in Borderland ini:


Setelah Arisu dan Usagi meninggalkan Borderland dan menikah. Kehidupan bahagia mereka terganggu ketika Usagi diculik oleh seorang ilmuwan misterius, Ryuji. Sehingga memaksa Arisu kembali ke Borderland untuk menyelamatkan Usagi dan bayi mereka berdua.

Di sana, mereka harus menghadapi tantangan baru yang lebih berbahaya dengan hadirnya Banda, sosok bos akhir permainan Joker, dan serangkaian permainan baru yang sangat mematikan, serta mereka semua kembali berinteraksi dengan orang-orang yang tidak di kenal yang sudah pernah memainkan permainan di Borderland.

 

        B.   Karakter-Karakter Penting dalam Serial Alice in Borderland ini:

1.   Kento Yamazaki sebagai Arisu Ryohei, dia memerankan karakter Arisu dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki dewasa yang baik, cerdas, dewasa, manis, bertanggung jawab, pemberani, selalu membantu sesama, setia, bukan tipe pencemburu, dan berpikir memakai logika serta mental yang kuat.

2.   Tao Tsuchiya sebagai Usagi Yuzuha, dia memerankan karakter Usagi dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai Perempuan dewasa yang baik, terlalu naif, selalu membantu sesama, tetapi karakter Usagi kurang memakai logika serta mental yang kurang baik ini disebabkan karakter Usagi terlalu labil lalu terpancing secara emosional rayuan Banda melalui Ryuji padahal disampingnya ada suaminya Arisu yang setia, tidak pencemburu, dan berani mengorbankan dirinya demi istri tercinta serta menurut saya Arisu sudah dapat menggantikan sosok laki-laki yang dapat menjaganya seperti ayahnya yang sudah tiada meninggalkannya.

3.   Tina Tamashiro sebagai Rei Morikage, dia memerankan karakter Rei dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai Perempuan dewasa muda yang aneh, cantik, unik, misterius, antihero, wibu (pecinta anime), seorang animator, berkuliah di jurusan animasi, selalu membantu, dan rela mengorbankan dirinya demi orang lain maju ke ruang selanjutnya di permainan terakhir yang mana Rei harus terkunci diruangan dengan hukuman tekanan mental gambaran masa depannya yang buruk.

4.   Hyunri sebagai Shion, dia memerankan karakter Rei dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai Perempuan dewasa yang cantik, baik, seorang Perempuan karir yang sukses, model, berpakaian modis, dan korban sasaeng (penguntit) sehingga Shion koma dan masuk ke Borderland lagi padahal Shion tidak ingin kembali ke dunia Borderland yang mengerikan.

5.   Akana Ikeda sebagai Yuna Itsuki, dia memerankan karakter Yuna dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai adik Perempuan yang cantik, baik, pemalu, sangat sayang pada kakaknya, penurut, penakut, tetapi Yuna juga terlalu polos dan terlalu mengikuti keinginan kakanya, Sohta yang egois.

6.   Yugo Mikawa sebagai Masato, dia memerankan karakter Masato dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki dewasa yang baik, cerdas, dewasa, imut, berkacamata, selalu membantu sesama, dan berpikir memakai logika serta mental yang kuat sehingga selalu mengikuti instruksi dari Arisu.

7.   Kotaro Haido sebagai Hida Nobuaki, dia memerankan karakter Nobu dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki dewasa muda yang baik, naif, imut, selalu membantu sesama, tapi kurang berpikir memakai logika serta mental yang kurang baik sehingga menyebabkan salah satu teman grupnya mati.

8.   Koji Ohkura sebagai Tetsu, dia memerankan karakter Tetsu dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki tua yang baik, selalu membantu sesama, naif, sudah tua, keriput, seorang pecandu narkoba, suka blak-blakan atau terang-terangan dalam berbicara, tapi kurang berpikir memakai logika serta mental yang kurang baik.

9.   Hiroyuki Ikeuchi sebagai Kazuya, dia memerankan karakter Kazuya jika dibalik maka jadi Yakuza dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki dewasa yang dewasa, tampan, brewokan, bertato, jago beladiri, sangat kuat, insting bertahan hidup sangat kuat, pemberani, anggota Yakuza, tapi oportunis (Kazuya akan membantu jika dia bisa lolos dipermainan dan selamat).

10.      Joey Iwanaga sebagai Sohta Itsuki, dia memerankan karakter Sohta dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai kakak laki-laki dewasa yang tampan, baik, pemberani, sangat sayang pada adiknya, penjaga adiknya satu-satunya, pemberani, tetapi Sohta juga terlalu egois dan naif sehingga terlalu mengikuti keinginannya sendiri. (ini tipe idealku banget karena penyayang, penjaga adiknya, dewasa, tetapi kekurangannya trauma dan kenaifannya).

11.      Kento Kaku sebagai Banda, dia memerankan karakter Banda dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki dewasa yang jelek, pakainnya tidak modis, egois, manipulatif, psikopat, mantan criminal (ada percakapan di musim kedua yang menggambarkan dia lebih bebas dan nyaman di dunia mengerikan, Borderland), suka menjebak, dan menyukai permainan yang menyiksa para korbannya.

12.      Hayato Isomura sebagai Watch Man, dia memerankan karakter Watch Man dengan sangat amat baik karena tergambarkan sebagai laki-laki tua yang bukan karakter manusia, melainkan representasi metafora dari penjaga gerbang antara kehidupan dan kematian. Watch Man tidak memiliki kepribadian seperti manusia, melainkan bertugas sebagai pembimbing dan antagonis utama yang mewakili akhir permainan kartu wajah dan menjadi akhir dari semua pemain. Watch Man muncul setelah semua permainan kartu wajah selesai dan memberikan pilihan kepada para pemain, seperti Arisu, untuk kembali ke dunia nyata atau tetap di Borderland.

 

        C.   Hikmah Serial Alice in Borderland yang dapat di ambil, yakni sebagai berikut:

 

Walau dunia Borderland penuh kompetisi dan ancaman, banyak permainan justru hanya bisa dimenangkan lewat kolaborasi dan kepercayaan (misalnya permainan kartu “Hearts”). Ini mengajarkan bahwa dalam hidup, bertahan sendirian sering jauh lebih sulit dibanding bekerja sama dengan orang lain.

Tokoh seperti Arisu dan Usagi menunjukkan bagaimana kehilangan makna hidup bisa menyeret seseorang ke jurang depresi. Serial ini mengajak penonton memahami bahwa setiap manusia bisa merasa hancur, namun selalu ada alasan untuk bertahan.

Banyak karakter rela mempertaruhkan nyawa demi teman. Ini mengingatkan bahwa persahabatan sejati muncul dalam situasi tersulit dan bahwa pengorbanan adalah bentuk cinta yang paling tulus.

Permainan-permainan di Borderland sering menuntut karakter menghadapi ketakutan terdalam, penyesalan, dan masa lalu mereka. Ini menggambarkan bahwa perubahan positif dimulai saat seseorang berani berkaca pada dirinya sendiri.

Karakter tidak pernah tahu permainan atau bahaya apa yang menunggu. Ini menyiratkan bahwa hidup pun tak selalu bisa diprediksi sehingga kita perlu adaptif, tangguh, dan siap menghadapi situasi mendadak.

Arisu diberi kesempatan untuk menyelamatkan orang yang paling dia cintai melalui ujian fisik, tekanan mental, dan pengalaman keras di Borderland. Ini mengandung hikmah bahwa setiap manusia bisa berani berkoban untuk menyelamatkan orang yang berharga, bertahan hidup, saling bekerjasama demi diri sendiri ataupun orang lain, dan belajar arti penting hidup bagi dirinya sendiri.

Bahkan di tempat penuh kekerasan, ada karakter yang tetap mempertahankan nilai kemanusiaan. Serial ini menegaskan bahwa empati bukan kelemahan tetaoi justru kekuatan yang membuat manusia tetap menjadi manusia.

 

        D.  Rating Skor Serial Alice in Borderland ini:

 

v Penilaian Serial dari Asia Wiki:

Ø  Skor nilai = 91 Poin (2.239 orang penonton).

 

v  Penilaian Serial dari IMDB:

 

Ø  Skor nilai = 7,8 / 10 Poin (138.000 orang penonton).

 

v  Penilaian Serial dari Rotten Tomatoes:

Ø  Skor nilai dari kritikus film profesional = 78% / 100%.

Ø  Skor nilai dari penonton biasa = 80% / 100%.

 

        E.   Komentar Serial Alice in Borderland ini:

 

v komentar Serial dari Asia Wiki:

Ø  komentar Serial dari penonton, Pascal Leers tahun 2025 =

“Tiga episode pertama hebat. Episode ketiga lumayan. Dua episode terakhir jauh lebih ringan. Terutama episode terakhir yang terasa begitu bertele-tele sampai kami ingin melewatkan beberapa bagian untuk sampai ke bagian akhir”.

 

v komentar Serial dari IMDB:

Ø  komentar Serial dari penonton, Amsterdamien tahun 2020 =

“Suka banget! Seri yang dibuat dengan indah. Belum pernah baca manga-nya, jadi saya tidak bisa berkomentar seberapa miripnya antara anime dengan serial aksinya. Tapi akting dan pengembangan karakternya bagus. Sinematografi dan desain set-nya indah. Alur ceritanya bagus dan membuat saya terus menonton. Kalau kamu suka film seperti Battle Royale, kamu pasti suka serial ini”.

 

Ø  komentar Serial dari penonton, RDVJUNK tahun 2020 =

“Kesenangan Remaja. Spoiler.

Harus saya akui serial ini awalnya menarik. Beberapa remaja pindah ke dunia alternatif di mana mereka harus bermain gim untuk bertahan hidup. Ceritanya berkembang menjadi gim yang lebih kompleks, dan bahkan beberapa tokoh utama awalnya mati dalam gim.

 

Namun, saat serial ini pindah ke pantai, semuanya menjadi konyol dan benar-benar tak masuk akal. Kita melihat sekelompok besar remaja tampan berjalan-jalan dengan bikini/pakaian renang (jadi kita tidak bisa menyembunyikan senjata... kan), berpesta hampir sepanjang waktu. Apa yang terjadi dengan semua orang tua yang mereka temui sebelum pergi ke pantai? Orang tua tidak dapat menemukan pantai?

 

Dialognya menjadi sangat buruk dan kilas baliknya konyol. Lucu melihat akting yang baik juga menurun dan menjadi sangat buruk, dan beberapa karakter (yang buruk) menjadi stereotip yang konyol.

 

Sebagai puncaknya, di akhir permainan, sementara yang lain hanya ditembak mati ketika mereka keberatan, Arisu hanya dipukuli tetapi terus membalas dengan argumen-argumen konyol lainnya dan menunggu pengungkapan "pembunuh"-nya hingga saat-saat terakhir sambil membuang-buang waktu untuk diskusi konyol.

 

Jadi, serial ini awalnya menarik, tetapi semakin kehilangan daya tariknya menjelang akhir... tapi kurasa serial ini akan menarik bagi remaja...

 

Apakah musim kedua memberikan akhir yang lumayan untuk serial ini? Rupanya, kesuksesan Squid Games memicu musim ketiga untuk Alice dan mereka menemukan alasan konyol untuk membawa Arisu dan Usagi kembali ke dunia game. Jangan pedulikan itu, itu buang-buang waktu: tidak logis, konyol, dan membosankan... Alice di negeri yang membosankan”.

 

v komentar Serial dari Rotten Tomatoes:

Ø  Tidak ada komentar.

 

 

Insert Video: Trailer Serial Alice In Borderland Season 3 Tahun 2025

 

Demikian, ulasan Serial yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun