Identitas Film: Dua Hati Biru
Asal Film: Indonesia
Durasi Film: 1 Jam 46 Menit
Jenis Film: Drama dan Keluarga
Sutradara Film: Gina S. Noer & Dinna Jasanti
Penulis Film: Gina S. Noer
Studio Film: Starvision & Wahana Kreator
Tahun Rilis Film: 2024
Pemain Film: Angga Yunanda, Aisha Nurra Datau, Farrell
Rafisqy, Lulu Tobing, Cut Mini, Arswendy Beningswara, Rachel Amanda, & Maisha
Kanna
Estimasi Biaya: 10.000.000.000 Miliar Rupiah Indonesia
Keuntungan Penjualan: 25.000.000.000 Miliar Rupiah Indonesia
Penilaian Film Cinepoint: 8,2 Poin / 10 Poin Cinepoint
Flash
Penilaian Film Cineverse: Tidak diketahui
Penilaian Film Montasefilm: 55% /
100% Penilaian Penulis
Pengulas Film: Aisyah Nur Rahmah Febriani
Website Pengulas Film: https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi
Wabarakatuh, saya ingin melanjutkan mengulas seri film dari Dua Garis Biru tahun 2019,
yakni: Dua Hati Biru tahun 2024. Kisah lanjutan dari gejolak asmara, obsesi
cinta, menggapai pendidikan, & bagaimana cara mendidik anaknya ketika seusia
mereka berdua yang seharusnya fokus belajar, menggapai cita-cita, hingga pergi
kuliah ke luar negeri. Oh, iya pada film Dua Hati Biru tahun 2024 pemeran dari
Dara yang awalnya diperankan oleh Adhisty Zara digantikan oleh Aisha Nurra
Datau.
Padahal dua orang yang berbeda akan menimbulkan perbedaan dari segi
akting, sifat karakter, & dampaknya akan mengefek pada film. Karena kalau
dari saya telah melihat dan merasakan akting dari Adhisty Zara yang selalu
aktif, ceria, komunikatif, & penuh gelak tawa, sedangkan saya selama melihat
& merasakan akting dari Aisha Nurra Datau yang dingin, pasif, pendiam,
& terlalu serius membuat perbedaan dalam film ini.
A.
Berikut Sinopsis
Lengkap dari Film ini:
Kisah
Bima dan Dara berlanjut. Pasangan suami-istri muda yang dulu menikah karena akibat
pergaulan bebas atau seks bebas. Empat tahun berlalu, Dara memutuskan kembali
ke Jakarta demi berkumpul dengan keluarga kecilnya, Bima dan Adam. Berpisah
sejak Adam lahir, Dara harus berusaha mendekatkan diri dengan sang buah hati
meskipun terdapat berbagai masalah dalam rumah tangganya.
Dara
belajar untuk menjadi sosok ibu yang berusaha menjalin kedekatan kepada Adam, masalah
parenting, masalah komunikasi, kecemburuan, pergolakan ekonomi rumah tangga yang
dialami mereka berdua mendesak Dara untuk kembali bekerja ke Korea Selatan, &
pencarian pekerjaan tetap untuk Bima ataukah Bima dapat melanjutkan kuliahnya
yang terhalangi selama ini.
B. Karakter-Karakter Penting
Dalam Film Ini:
1.
Angga
Yunanda sebagai Bima, seorang suami dari Dara memiliki fisik tinggi, berkulit
sawo matang, sifatnya pendiam, pencemburu, setia, berambut pendek rapi,
berwarna hitam, penuh dengan kehidupan sederhana, berbeda status sosial dengan
Dara, berjuang menjadi bapak yang bertanggung jawab, dan bekerja sebagai operator
permainan anak-anak untuk membiayai anaknya, Adam.
2.
Aisha Nurra
Datau sebagai Dara, seorang istri dari Bima memiliki
fisik tinggi, berkulit putih, bermata cokelat muda, berambut panjang, berwarna
hitam, sifatnya pendiam, keras kepala, setia, penuh dengan kehidupan mewah,
berbeda status sosial dengan Bima, berjuang untuk sekolah SMA di luar negeri
akibat dikeluarkan dari sekolah di Indonesia karena hamil diluar nikah, lalu
melanjutkan kuliah di Korea Selatan, bekerja sebagai ahli kimiawi diperusahaan
Skincare terkenal di Korea Selatan, memutuskan pulang karena merindukan
keluarga kecilnya, belajar untuk mendekatkan diri kepada anaknya yang belum
pernah dia temui selama ini, & belajar parenting bersama suaminya, Bima untuk
bersama-sama mendidik, mengajar, serta membangun kedekatan keluarga kecilnya.
3. Farrell Rafisqy sebagai Adam, seorang anak kecil
berusia 4 tahun, berambut mangkong, berwarna hitam, bertubuh mungil, berpipi
gembul, bersuara lucu, karakternya dibagun bebas berdasarkan kondisi usia
anaknya tetapi, masih arahan sutradara sebagai karakter yang jujur,
ceplas-ceplos, penuh mood swing, pemberani, & sayang pada kedua orang
tuanya, Bima sama Dara.
4. Lulu Tobing sebagai Mami Dara, seorang nenek, Adam dari pihak ibu, memiliki fisik
sedang, langsing, berkulit putih, bergaya femme fatale, girl boss, memakai
model baju model terbaru, jam tangan mewah, tas mewah branded, heels keluaran terbaru,
humas hotel mewah, & lebih seperti ibu-ibu yang dominan didalam rumah
tangga. Kini menghadapi cobaan perceraian dari suaminya yang mengalami kebangkrutan
akibat kasus penipuan bisnis bersama rekannya lalu suaminya kabur, menenangkan
diri, bahkan suaminya pergi ke Bali untuk bersemedi.
5.
Cut Mini
Theo seorang nenek dari pihak bapak, memiliki fisik
sedang, kurus, berjilbab, berkulit kuning langsat, bergaya muslimah, girl boss,
cerewet, blak-blakan, memakai model baju muslimah, ibu rumah tangga, &
lebih seperti ibu-ibu yang pengajian dikampung. Karakternya selalu keras
kepala, tidak mau kalah, cerewet, serta supe duper judging ke Dara, tetapi
aslinya peduli, sayang sama Bima serta Dara, hingga dia berkata serta bersikap
defensive akibat trauma kehamilan muda Dara akibat pergaulan bebas atau seks
bebas Bima sama Dara.
6.
Arswendy
Beningswara sebagai kakek dari pihak bapak, memiliki fisik
tinggi, kurus, pendiam, sifatnya ramah, penenang, bergaya sederhana, penyabar,
memakai model baju betawi, sepatu selop, bekerja dibengkel reparasi motor,
& lebih seperti bapak-bapak pengayom istri. Dia semakin lama semakin
bertambah tua sehingga dia menderita penyakit prostat yang membutuhkan biaya
rumah sakit yang besar untuk operasinya namun dia tidak pernah menyatakan
kepada Bima dan Dara. Dara ketika mengetahui hal tersebut langsung membayar
operasi prostat ayahnya Bima ke rumah sakit untuk disembuhkan.
7.
Maisha Kanna
sebagai Putri, seorang adik perempuan dari Dara, berusia 17 tahun, memiliki
fisik sedang, kurus, berambut hitam panjang, berwarna hitam, sifatnya pendiam, pendengar
yang tulus, lemah lembut, penurut, memiliki trauma akibat permasalahan
perceraian kedua orang tuanya, & skeptis akan pernikahan akibat kasus kehamilan
diluar nikah kakaknya serta gejolak rumah tangga keluarganya. Tetapi sayang dan
peduli pada Adam, bertengkar dengan Dara karena keegoisan Dara yang ingin
bekerja kembali diperusahaan Skincare terkenal Korea Selatan demi menopang
ekonomi keluarga, & takut ditinggalkan sendirian tanpa siapapun dipihaknya.
C. Hikmah Film Ini Yang Dapat Di Ambil, Yakni Sebagai
Berikut:
Ketika pasangan yang masih muda memiliki anak diluar
nikah tanpa perencanaan yang matang dari segi ekonomi, segi mental, segi logika,
hingga segi parenting yang belum memadai akan berdampak pada mereka berdua yang
sering cekcok, anak yang tidak dapat diberikan parenting secara layak, & hubungan
mereka berdua (pasangan tersebut) dengan keluarga mertua tidak erat karena
banyak perbedaan yang mendadak dipertemukan melalui kejadian pergaulan bebas/ seks
bebas.
D. Rating Skor Film Ini:
Saya memberikan rating untuk film Dua Hati Biru
tahun 2024 adalah 7 poin. Saya memberikan nilai pas karena banyak permasalahan pada
film pertama, yakni: Dua Garis Biru tahun 2019 yang belum terselesaikan, banyak
masalah yang ditambahkan pada film kedua, & pemeran film yang berbeda jadi mengubah
karakter serta suasana dalam film.
E. Komentar Untuk Film Ini:
Saya melihat, merasakan, dan berpikir bahwa, inti
masalah pada film pertama belum terselesaikan seperti Bima berjanji akan
menjadi pria yang bertanggung jawab tetapi Bima masih belum bekerja tetap
apalagi melanjutkan kuliahnya, Dara sudah menyelesaikan masa SMA hingga
kuliahnya di luar negeri tetapi masih penuh dengan ambisi, egois, serta keras
kepala belum bisa berpikir jernih asal memutuskan tanpa memberitahu siapapun, &
ditambah masalah para mertua yang semakin kompleks seperti perceraian papi sama
mami Dara akibat kasus penipuan bisnis sehingga ekonomi mereka anjlok. Dari sisi
Bima juga ayah Bima menderita sakit prostat yang harus dioperasi.
Seharusnya masalah pada film pertama, yakni: Dua
Garis Biru tahun 2019 diselesaikan terlebih dahulu jangan ditumpuk/dimunculkan
masalah bertubi-tubi lagi. Fokusnya jadi terpecah bukan menyelesaikan tetapi menambah
masalah.
Tapi dari segi sinematografinya memang masih bagus,
cara pengambilan gambar bersih, setting tempat cocok dengan para karakter,
& menyoroti pentingnya kesiapan para orang tua sebelum memiliki seorang
anak yang harus dijaga, dirawat, hingga dididik sampai akhir hayat mereka
berdua agar tidak menjadi mereka berdua yang melakukan pergaulan bebas/seks
bebas.
Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga
memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para
pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang
saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
