Identitas Film: The Song Of Sparrows
Asal Film: Iran
Durasi Film: 1 Jam 37 Menit
Jenis Film: Drama/Keluarga
Sutradara Film: Majid Majidi
Penulis Film: Mehran Kashani dan Majid Majidi
Studio Film: Soureh Cinema
Tahun Rilis Film: 2008
Pemain Film: Reja Naji, Maryam Akbari, Shabnam Akhlaghi, Hamid
Aghazi, & Neshat Nazari
Estimasi Biaya: tidak diketahui
Keuntungan Penjualan: tidak diketahui
Penilaian Film Cinemascore:
Penilaian Film IMDB: 7,9 poin / 10 poin
Penilaian Film Rotten Tomatoes: 98% / 100 % Tomatometer & 87% / 100% Popcornmeter
Penilaian Film Themovie: 75% / 100 % Skor Pengguna
Pengulas Film: Aisyah Nur Rahmah Febriani
Website Pengulas Film: https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi
Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas film yang di
sutradarai oleh Majid Majidi yang telah menyutradari film “Muhammad: The Messenger of God” Tahun 2015 & “The Children of Heaven” Tahun 1999. Ternyata beliau
seorang peduli anak & penyayang anak-anak itu terbukti pada semua karyanya
yang rata-rata menyoroti kehidupan sosial, ikatan persaudaraan, jalinan
persahabatan, & hal-hal positif yang berkenaan tentang rumah tangga baik
ujian, perjalanan mencari nafkah sampai bekerja sama saling tolong menolong
perihal pekerjaan rumah tangga.
Jadi, ayo saksikan ulasan saya tentang film “The
Song Of Sparrows” Tahun 2008. Semoga dapat bermanfaat & dapat dijadikan
Pelajaran bagi kita semua~~~
A.
Berikut Sinopsis
Lengkap dari Film ini:
Perjalanan
seorang ayah yang mencari uang untuk membeli alat bantu pendengaran putri pertamanya
yang rusak akibat jatuh ketika bermain bersama adik laki-lakinya di dekat kolam
ikan yang terbengkalai.
B. Karakter-Karakter Penting
Dalam Film Ini:
1.
Reja Naji
sebagai Karim, seorang ayah berusia 60 tahunan yang bekerja di peternakan
burung unta, perawakannya tinggi sekitar 170 cm, berhidung mancung, rambut
beruban, berkulit kuning langsat, berkeriput, & sifatnya yang keras, tegas,
serta disiplin.
2.
Maryam
Akbari sebagai Narges, seorang ibu berusia 55 tahunan yang mengurus rumah
tangga, perawakannya sedang sekitar 160 cm, berhidung mancung, berjilbab, berkulit
putih bersih, berkeriput, & sifatnya yang lemah lembut, penyayang, tidak
ringan tangan (memukul anaknya), serta peduli sesama.
3.
Shabnam
Akhlaghi sebagai Haniyeh, seorang anak pertama perempuan berusia 15 tahun yang memiliki
kekurangan dalam pendengarannya jadi memerlukan alat bantu pendengaran, perawakannya
sedang sekitar 140 cm, berhidung mancung, berjilbab, berkulit putih bersih, wajahnya
cantik, & sifatnya yang lemah lembut, penyayang, penurut, suka membantu,
serta banyak mengalah kepada adik-adiknya.
4.
Hamid Aghazi
sebagai Husein, seorang anak kedua laki-laki berusia 12 tahun yang memiliki keberanian,
kecerdasan, serta ketangkasan dalam mengelola kolam bekas penangkaran ikan yang
terbengkalai, perawakannya sedang sekitar 130 cm, berhidung mancung, berambut
hitam, berkulit cokelat, wajahnya manis, & sifatnya yang pemberani, penuh keingintahuan,
serta daya imajinasi tinggi sehingga dapat merencakan membangun Kerajaan dari bisnis
ikan emasnya bersama semua teman laki-lakinya.
5.
Neshat
Nazari sebagai Zarah, seorang anak ketiga perempuan berusia 5 tahun yang selalu mengekor
mengikuti ibunya, perawakannya sedang sekitar 120 cm, berhidung mancung, berambut
hitam pendek serta ada poninya, berkulit putih bersih, wajahnya imut, &
sifatnya yang pemalu, suka mengikuti apapun kakak-kakaknya lakukan, serta suka bertanya
sama menjawab apapun yang ingin diketahuinya.
C. Hikmah Film Ini Yang Dapat Di Ambil, Yakni Sebagai
Berikut:
Ketika melihat dari sisi kedua orang tua di film
ini pastinya ingin memberikan nafkah yang banyak kepada keluarganya, sang ayah
juga ingin memberikan kebutuhan primer seperti alat bantu baru pendengaran Haniyeh yang memiliki disabilitas tunarungu untuk
anaknya bisa mendengar dengan leluasa tanpa hambatan, & berbagai pekerjaan
pun dilakukan oleh sang ayah untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya
mulai menjadi pengemudi ojek, tukang angkat barang pindahan, tukang rongsokan
barang bekas mewah, sampai menjadi tukang reparasi barang bekas tersebut untuk
keluarganya (sampai ketiban rongsokan antara kasihan & ngakak).
Sedangkan jika dilihat dari sisi anak-anaknya, dimulai
dari Haniyeh yang selalu menuruti apa yang
dikatakan ayahnya sehingga hal itu membuat ayahnya sangat menyayanginya ditambah
alat pendengarannya yang rusak akibat bermain di bekas kolam ikan bersama
Husein dan kawan-kawannya.
Husein anak yang cerdas, pemberani, & penuh
akal cerdas untuk membantu keluarganya bangkit dari kemiskinan dengan membangun
kerajaan bisnis ikan mas hias bersama kawan-kawannya. Dia melakukan berbagai pekerjaan
mulai dari pekerjaan berjualan bunga (terpergok ayahnya jualan bunga dipinggir
jalan raya wkwkwk lalu ditendang semua bunga jualannya), membantu menanam
bunga-bunga di taman orang kaya, membersihkan taman orang kaya yang kotor, dan
lain-lain.
Lalu Zarah yang selalu mengikuti ibunya pergi kemana pun, juga Zarah pemalu pada teman-temannya Husein jadi jarang diajak bermain keluar rumah, & Zarah selalu bersaing dengan Husein perihal apapun. Zarah bertengkar dengan Husein ketika mereka bertiga berkumpul di dekat ayah mereka untuk mewarnai Gips kaki milik ayahnya wkwkwk asli kocak lucu banget.
D. Rating Skor Film Ini:
v
Penilaian
Film IMDB:
v Penilaian Film Rotten Tomatoes:
1. 98% / 100 % Tomatometer dari 41 Kritikus Film Profesional
2. 87% / 100% Popcornmeter dari 1.000 Penonton biasa
v
Penilaian Film Themovie:
Sedangkan rating skor pribadi
saya kepada film ini adalah 100 poin / 100 poin, karena akting keseluruhan dari
para pemain sangat alami tidak dibuat-buat, properti yang nyata seperti rumah
yang hampir roboh, mengejar-ngejar burung unta yang kabur dengan menyamar
menjadi burung unta betina yang palsu wkwkwkwk alsi kocak dah pecah, pertengkaran
dengan pengemudi ojek lain lalu ternyata Karim ini yang tetap mengantarkan
bapaknya karena si pengemudi ojek yang ngusir dia mogok asli dah pecah kagak
sanggup kocak, & ketika jatuh dari tumpukan rongsokan akibat serakah
menumpuk rongsokan serta tidak membantu saudaranya yang membutuhkan pintu baru
karena pintu hanya seng lapuk sama kararan yang membuat istrinya menangis
terseduh-seduh dibuatnya.
E. Komentar Untuk Film Ini:
v Komentar Film IMDB:
1. Komentar dari Lyrxsf, tahun 2011:
"Pilihlah Kehidupan.
Tidak ada drama besar, tidak ada kejar-kejaran mobil yang menegangkan, tidak ada citra yang sarat seks. Namun film ini menyentuh hati. Film ini memiliki daya tarik yang kuat. Film ini memiliki semua kesederhanaan dalam mencari nafkah, membesarkan anak, menjalani hidup. Dan kemudian ada momen-momen yang menghadapi kompleksitas, di mana mimpi dan keinginan bertabrakan dengan kerasnya kehidupan. Melepaskan kesepakatan mudah tetapi korup yang bisa membayar alat bantu dengar anak perempuan, mampu bernyanyi setelah anak-anak menyaksikan rencana mereka yang telah lama diidamkan hancur berantakan. Kamera menangkap beberapa puisi – pintu biru, pemandangan luas dengan burung unta, dan lanskap yang menjadi hidup dari coretan penuh kasih sayang seorang anak hingga mekar sepenuhnya. Tahukah Anda kenikmatan berada di atap yang sejuk bersama istri Anda sementara anak-anak menonton TV larut malam? Untuk momen-momen berharga seperti itu dan banyak momen lainnya dalam hidup, film ini wajib ditonton."
2. Dari Druid333-2, tahun 2009:
"Sebuah Kisah untuk Memikat Burung-Burung Kecil dari Pepohonan (tidak peduli seberapa besar ukurannya)
Majid Majidi telah melakukannya lagi. Ia telah menciptakan kisah sederhana tentang seorang kepala keluarga yang penyayang (walaupun tidak tanpa beberapa kekurangan kecil) yang mengalami beberapa pengalaman yang merendahkan hati dalam hidup. Karim (diperankan dengan sangat baik oleh aktor langganan Majidi, Mohammad Amir Naji, yang di sini dikenal sebagai Reza Naji) memiliki pekerjaan yang nyaman di sebuah peternakan burung unta, mengawasi burung-burung berukuran besar. Masalah muncul ketika salah satu burung melarikan diri dari kandang, mengakibatkan Karim kehilangan pekerjaannya. Keberuntungan menghampiri Karim ketika ia akhirnya menjadi sopir taksi di pusat kota Teheran. Elemen plot lainnya ditambahkan dalam bentuk putri sulungnya, Haniyeh (Shabnam Aklaghi) yang sebagian tuli, kehilangan alat bantu dengarnya karena adik laki-lakinya, Hussein (Hamed Aghazi), yang ingin memulai pembibitan ikan mas di sumur yang tidak terpakai, dan kehilangan alat bantu dengarnya di sumur/lubang lumpur tersebut. Ditambah dengan istri yang pengertian dan penyayang, tetangga yang peduli, dan lainnya, Anda akan mendapatkan film yang penuh kasih sayang dan memanjakan mata serta indra lainnya. Majid Majidi menyutradarai film ini berdasarkan skenario yang ditulis oleh Majidi dan Mehran Kashani. Sinematografi oleh Tooraj Mansouri berhasil menangkap lanskap Iran yang terjal, dengan semburan warna sesaat (lihat adegan Naji membawa pintu biru melintasi lanskap pedesaan Iran yang tandus seperti gurun, serta beberapa adegan menakjubkan lainnya yang memanjakan mata). Film ini diberi rating PG oleh MPAA karena beberapa penggunaan bahasa kasar yang singkat, tetapi tidak mengandung hal lain yang menyinggung."
v Komentar Film Rotten Tomatoes:
1. Komentar dari kritikus profesional:
a. Komentar dari Jonathan Curiel asal San Francisco Chronicle, tahun 2009:
"Terkadang lucu, sedih, mengharukan, dan menegangkan, Sparrows adalah bukti kepiawaian Majidi dalam bercerita—dan akting Naji yang luar biasa."
b. Komentar dari Betsy Sharkey asal Los Angeles Times, tahun 2009:
"Ini adalah kolaborasi keempat bagi Naji dan Majidi, dan aktor serta sutradara tersebut saling memberi inspirasi kreatif, mendorong batasan karakter setiap kali."
2. Komentar dari penonton biasa:
a. Komentar dari NIKHIL. S., tahun 2017:
"Salah satu karya sinema Iran terbaik, Majid Majidi, merangkai narasi yang kuat tentang pandangan dunia dari perspektif anak-anak dan seorang ayah yang berjuang. Yang ditampilkan di layar adalah bahwa anak-anak secara bawaan memiliki empati dan kepedulian terhadap kehidupan di sekitar mereka."
b. Komentar dari Madam. D., tahun 2009:
"Saya berharap semua film bisa memiliki begitu banyak nilai moral. Film ini menunjukkan bagaimana materialisme dapat menghancurkan hidup Anda jika Anda tidak memperhatikan apa yang benar-benar penting."
Sedangkan menurut saya, film ini sangat pantas dijadikan tontonan keluarga agar mempererat rasa kekeluargaan, keharmonisan, film yang penuh canda tawa, & menghargai perjuangan nafkah oleh ayah kita serta perjuangan ibu kita yang mendidik kita dirumah sama menyajikan masakan kesukaan kita.
Insert Video: Trailer Film The
Song Of Sparrows Tahun 2008
Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga
memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para
pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang
saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

%20SURABAYA%20HD.webp)
%20SURABAYA%20HD.jpg)

%20SURABAYA%20HD%205.jpg)
%20SURABAYA%20HD%204.jpg)
%20SURABAYA%20HD%203.jpg)
%20SURABAYA%20HD%202.jpg)




