NOBAR PIALA DUNIA 2026 DI UNESA LIDAH WETAN SURABAYA: MALAM PENUH BERKAH, SEPAK BOLA, DAN KEAJAIBAN SHOLAT TAHAJUD
Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuh. Halaman Rektorat Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) di Lidah Wetan berubah menjadi lautan manusia yang duduk rapi di atas
karpet merah membentang luas. Ya, inilah Nobar Piala Dunia 2026, sebuah agenda
akbar yang digagas langsung oleh jajaran Rektorat UNESA untuk menyatukan
seluruh elemen masyarakat dalam balutan semangat olahraga, kebersamaan, dan
kegembiraan tanpa batas.
Acara ini gratis untuk siapa saja jadi tidak dikenakan
biaya apapun & tidak ada batasan kouta. Mulai dari civitas akademika UNESA,
mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga
masyarakat umum dari berbagai penjuru Surabaya, semua berbaur menjadi satu.
Karpet merah tidak hanya menjadi alas duduk, melainkan simbol kehangatan dan
persaudaraan yang terhampar di bawah langit malam kota pahlawan.
Pembukaan yang meriah dan edukatif tepat pukul 01.00
WIB, acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Rektorat. Suasana
langsung hidup ketika pembawa acara yang enerjik melontarkan tebak-tebakan
interaktif yang mengocok perut dan mengasah pikiran. Pertanyaan-pertanyaan seru
pun berseliweran:
1.
"Apa
siapa rektor UNESA?" spontan seorang cewek angkat tangan lalu
menjawab: Nurhasan atau Cak Hasan!
2.
"Ada
berapa fakultas UNESA dan sebutkan Namanya secara lengkap?" spontan
seorang cowok angkat tangan lalu menjawab: menyebutkan seluruh fakultas
(diulang pertanyaannya 2x karena ada 1 cowok yang belum kebagian).
3.
"Coba
nyanyikan Mars UNESA?" spontan seorang cowok angkat tangan lalu
menjawab: dia menyanyikan dengan ceria, bernada, & lengkap, gelak tawa dan
tepuk tangan meriah. Lalu diberi bonus cak Hasan berupa uang 100.000 Ribu
Rupiah.
4.
"Apa
yel-yel elektronik yang jadi sponsor utama malam ini?" tebakan
tentang yel-yel elektronik yang jadi sponsor utama.
5.
"Sebutkan
semua Lokasi kampus UNESA?" saya mengacungkan tangan untuk mendapatkan mikrofon, menebak dengan
penuh semangat, & menerima sebuah kaos bertuliskan UNESA.
Setiap tebakan yang benar tidak hanya mendapat tepuk
tangan meriah, tetapi juga undian Door Prize berupa kaos dari UNESA. Lalu disetiap
sesi jeda peserta yang telah melakukan registrasi otomatis terdaftar dalam
undian berhadiah spektakuler dengan total nilai puluhan juta rupiah.
DOOR PRIZE: HADIAH MELIMPAH UNTUK SEMUA
Deretan hadiah yang dipajang di panggung utama membuat
mata tak henti berbinar. Hadiah-hadiah tersebut meliputi:
|
Hadiah |
Jumlah |
|
Kaos UNESA |
6 buah |
|
Kaos Jersey Tim Nasional |
6 buah |
|
Blender |
3 unit |
|
Kipas Angin |
3 unit |
|
Setrika Listrik |
3 unit |
|
Televisi |
3 unit |
|
Sepatu Sepak Bola |
3 pasang |
|
Mesin Pengaduk Kopi |
3 unit |
|
Sepeda Lipat |
2 unit |
|
Laptop |
1 unit |
|
Handphone |
1 unit |
Setiap kupon registrasi adalah tiket menuju mimpi.
Mulai dari mahasiswa yang datang dengan sandal jepit, mahasiswa yang memakai
sarung, dosen yang memakai sarung, dosen berjersey, ibu-ibu rumah tangga dari
Sidoarjo yang memenangkan hadiah Mesin Pengaduk Kopi, dan bapak-bapak yang
membawa seluruh keluarganya mulai dari istri & anak laki-lakinya yang masih
kecil karena semua memiliki kesempatan yang sama.
Di sisi depan halaman, berdiri sederet tenda yang
mengeluarkan aroma menggoda. Di sana, kopi gratis dan teh hangat mengalir tanpa
henti. Tak lupa, polo pendem berupa kukusan ubi-ubian, singkong, talas, hingga
kacang-kacangan yang tersaji hangat, menemani malam yang mulai merambat dingin.
Suasana semakin semarak ketika sesi kedua dimulai
melalui Kompetisi Fisik Seputar Sepak Bola. Mahasiswa-mahasiswi berlomba dalam
tantangan menggiring bola, menendang akurasi, hingga juggling bola menggunakan
kaki, kepala, dan dada. Hadiah langsung diberikan: Kaos Sepak Bola bagi para
pemenang.
Tidak lengkap rasanya Nobar Piala Dunia tanpa hiburan
musik. Panggung utama berubah menjadi panggung dangdut yang membakar semangat.
Para penonton berjoget ria ketika seorang penyanyi membawakan lagu "Mawar
Hitam" yang langsung disambut histeris. Tak ketinggalan, Cak Sodek sosok
legenda lokal yang turut tampil membawakan "Cendol Dawet" dan
lagu-lagu hits lainnya yang membuat malam semakin bergoyang.
Anak-anak kecil ikut menari di depan panggung,
sementara para orang tua terkantuk-kantuk sambil tersenyum. Inilah pemandangan
yang mengharukan: sebuah keluarga besar bernama Indonesia berkumpul dalam
damai.
Pada pukul 02.30 WIB dini hari. Final Piala Dunia 2026
masih berlangsung sengit, namun ibu saya memilih untuk menyempatkan diri
menunaikan Sholat Tahajud di mushola yang ada didalam Gedung rektorat UNESA.
Ibu saya yang seorang perempuan sederhana yang sangat mencintai sepak bola dan
lebih mencintai ALLAH S.W.T. memilih khusyuk bermunajat di kala sebagian orang
masih asyik menonton pertandingan.
Dan ketika ibu saya kembali ke tempat duduk, tiba-tiba
presenter acara menyebutkan sebuah Doorprize berupa Sepeda Lipat merk Phonexia
berwarna Hijau Aquamarine, "Dan pemenang undian besar ketiga, yakni berupa
sepeda lipat dengan nama Muharni!".
Suara pembawa acara menggema. Saya terpana. Tidak
percaya. Ibu saya hanya bisa tertegun, tangannya gemetar memegang kacamata yang
baru saja dilepas. Saya spontan berteriak kegirangan, lalu merangkul ibu saya
erat-erat. Lalu, saya sontak berteriak kepada ibu saya untuk bergegas maju dan
berkata, "Bu, cepet ambil hadiahny nanti dibatalkan kalau nggak segera
naik ke panggung!".
Dengan langkah setengah berlari dan tawa bahagia, ibu
saya naik ke panggung. Petugas menyerahkan sebuah sepeda lipat berwarna Hijau
Aquamarine yang mengkilap. Ibu saya hampir menangis. Seluruh penonton bersorak,
bertepuk tangan meriah.
Tidak hanya ibu saya. Disebelah ibu saya sudah ada
seorang mahasiswa laki-laki yang berkaos hitam, bersarung hitam, &
bercelana hitam memegang Sepeda Lipat berwarna Hitam Pekat dengan senyum
sumringah bersama-sama difoto.
Disusul undian Laptop yang juga didapatkan oleh
mahasiswa UNESA lainnya yang memakai baju loreng Cokelat Hijau yang berlari
kencang demi menyusul laptop barunya, & juga difoto.
Kemudian, pada sesi akhir ada mahasiswa bertubuh
gemoy, berkulit putih, yang baru saja turun dari masjid UNESA juga dinyatakan
sebagai pemenang Handphone. Ia tersenyum lebar, mengangkat ponsel barunya
sembari berkata, "Alhamdulillah, habis tahajud langsung dapat rezeki
nomplok!" setelah ditanya amalan apa yang membuatnya mendapatkan HP
malam ini.
Seketika saya tersadar bahwa, ternyata Sholat Tahajud
adalah jalan tercepat untuk mencapai kebutuhan dan keinginan dengan bemunajat
kepada ALLAH S.W.T. Bukan sekadar ibadah semata, melainkan kunci dari segala
kemudahan. Ketika orang lain terlelap atau terlalu asyik menonton bola, ibu
saya dan mahasiswa itu memilih beribadah. Dan ALLAH S.W.T. membalas dengan cara
yang tidak terduga melalui Door Prize Nobar Piala Dunia 2026.
Pertandingan final berlangsung dramatis. Sepanjang
turnamen, saya dan ibu saya telah memilih Spanyol sebagai tim jagoan. Bukan
tanpa alasan. Bukan sekadar karena permainan tiki-taka yang indah. Kami memilih
Spanyol karena prinsip.
Spanyol adalah negara pertama di Eropa yang secara
resmi mengakui kemerdekaan Palestina. Sementara itu, Argentina pihak lawan di
final piala dunia ini memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan Israel.
Bagi kami, sepak bola bukan hanya soal gawang dan gol. Sepak bola adalah soal
nilai, keberpihakan, dan hati nurani.
Maka ketika wasit meniup peluit panjang tanda
pertandingan usai, dan piala juara dunia jatuh ke tangan Spanyol, kami
berpelukan. Ibu saya menangis. Saya tersenyum. Seluruh penonton yang mendukung
Spanyol bersorak.
Malam yang ini adalah yang sangat bermakna, sangat indah,
& sangat sempurna bagi saya, ibu saya, & seluruh rakyat Palestina.
Karena negara sebesar Spanyol menyatakan dukungannya kepada seluruh rakyat
Palestina agar menjadi negara yang bebas, tiada sesuatu apapun berbuat aniaya
kepada siapapun, negara yang memiliki bukti sudah berdiri sejak lama karena ada
mata uang nyata yang ada bahkan sebelum Israel terbentuk tahun 1948, negara
yang justru awalnya menawarkan bantuan pada Israel tapi dibalas dengan sebuah kolonialisasi,
& semua mata tertuju pada negara Palestina.
Karpet merah kini mulai digulung. Satu per satu
peserta meninggalkan halaman Rektorat UNESA dengan senyum mengembang. Ada yang
membawa pulang blender, ada yang membawa televisi, ada yang membawa sepeda
lipat, dan yang paling penting, semua membawa pulang kenangan yang tak
ternilai.
Terima kasih, Rektorat UNESA. Terima kasih, karpet
merah. Terima kasih, kopi gratis dan polo pendem. Terima kasih, Spanyol. Terima
kasih, sholat tahajud. Nobar Piala Dunia 2026 di UNESA Lidah Wetan telah resmi
ditutup dengan tawa, tangis bahagia, dan sepeda lipat yang siap menemani ibu
saya olahraga setiap pagi.
Demikian, ulasan Nonton Bareng Piala Dunia tahun 2026 yang
telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan
berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat
berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata
dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara
tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa
melupakan."







