NOBAR PIALA DUNIA 2026 DI UNESA LIDAH WETAN SURABAYA: MALAM PENUH BERKAH, SEPAK BOLA, DAN KEAJAIBAN SHOLAT TAHAJUD

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Minggu, Agustus 09, 2026

 


Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Halaman Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Lidah Wetan berubah menjadi lautan manusia yang duduk rapi di atas karpet merah membentang luas. Ya, inilah Nobar Piala Dunia 2026, sebuah agenda akbar yang digagas langsung oleh jajaran Rektorat UNESA untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam balutan semangat olahraga, kebersamaan, dan kegembiraan tanpa batas.

Acara ini gratis untuk siapa saja jadi tidak dikenakan biaya apapun & tidak ada batasan kouta. Mulai dari civitas akademika UNESA, mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum dari berbagai penjuru Surabaya, semua berbaur menjadi satu. Karpet merah tidak hanya menjadi alas duduk, melainkan simbol kehangatan dan persaudaraan yang terhampar di bawah langit malam kota pahlawan.

 


Pembukaan yang meriah dan edukatif tepat pukul 01.00 WIB, acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Rektorat. Suasana langsung hidup ketika pembawa acara yang enerjik melontarkan tebak-tebakan interaktif yang mengocok perut dan mengasah pikiran. Pertanyaan-pertanyaan seru pun berseliweran:

1.   "Apa siapa rektor UNESA?"  spontan seorang cewek angkat tangan lalu menjawab: Nurhasan atau Cak Hasan!

2.   "Ada berapa fakultas UNESA dan sebutkan Namanya secara lengkap?"  spontan seorang cowok angkat tangan lalu menjawab: menyebutkan seluruh fakultas (diulang pertanyaannya 2x karena ada 1 cowok yang belum kebagian).

3.   "Coba nyanyikan Mars UNESA?"  spontan seorang cowok angkat tangan lalu menjawab: dia menyanyikan dengan ceria, bernada, & lengkap, gelak tawa dan tepuk tangan meriah. Lalu diberi bonus cak Hasan berupa uang 100.000 Ribu Rupiah.

4.   "Apa yel-yel elektronik yang jadi sponsor utama malam ini?"  tebakan tentang yel-yel elektronik yang jadi sponsor utama.

5.   "Sebutkan semua Lokasi kampus UNESA?" saya mengacungkan tangan untuk mendapatkan mikrofon, menebak dengan penuh semangat, & menerima sebuah kaos bertuliskan UNESA.

Setiap tebakan yang benar tidak hanya mendapat tepuk tangan meriah, tetapi juga undian Door Prize berupa kaos dari UNESA. Lalu disetiap sesi jeda peserta yang telah melakukan registrasi otomatis terdaftar dalam undian berhadiah spektakuler dengan total nilai puluhan juta rupiah.

 


DOOR PRIZE: HADIAH MELIMPAH UNTUK SEMUA

Deretan hadiah yang dipajang di panggung utama membuat mata tak henti berbinar. Hadiah-hadiah tersebut meliputi:

 

Hadiah

Jumlah

Kaos UNESA

6 buah

Kaos Jersey Tim Nasional

6 buah

Blender

3 unit

Kipas Angin

3 unit

Setrika Listrik

3 unit

Televisi

3 unit

Sepatu Sepak Bola

3 pasang

Mesin Pengaduk Kopi

3 unit

Sepeda Lipat

2 unit

Laptop

1 unit

Handphone

1 unit


Setiap kupon registrasi adalah tiket menuju mimpi. Mulai dari mahasiswa yang datang dengan sandal jepit, mahasiswa yang memakai sarung, dosen yang memakai sarung, dosen berjersey, ibu-ibu rumah tangga dari Sidoarjo yang memenangkan hadiah Mesin Pengaduk Kopi, dan bapak-bapak yang membawa seluruh keluarganya mulai dari istri & anak laki-lakinya yang masih kecil karena semua memiliki kesempatan yang sama.

Di sisi depan halaman, berdiri sederet tenda yang mengeluarkan aroma menggoda. Di sana, kopi gratis dan teh hangat mengalir tanpa henti. Tak lupa, polo pendem berupa kukusan ubi-ubian, singkong, talas, hingga kacang-kacangan yang tersaji hangat, menemani malam yang mulai merambat dingin.

 


Suasana semakin semarak ketika sesi kedua dimulai melalui Kompetisi Fisik Seputar Sepak Bola. Mahasiswa-mahasiswi berlomba dalam tantangan menggiring bola, menendang akurasi, hingga juggling bola menggunakan kaki, kepala, dan dada. Hadiah langsung diberikan: Kaos Sepak Bola bagi para pemenang.

Tidak lengkap rasanya Nobar Piala Dunia tanpa hiburan musik. Panggung utama berubah menjadi panggung dangdut yang membakar semangat. Para penonton berjoget ria ketika seorang penyanyi membawakan lagu "Mawar Hitam" yang langsung disambut histeris. Tak ketinggalan, Cak Sodek sosok legenda lokal yang turut tampil membawakan "Cendol Dawet" dan lagu-lagu hits lainnya yang membuat malam semakin bergoyang.

 


Anak-anak kecil ikut menari di depan panggung, sementara para orang tua terkantuk-kantuk sambil tersenyum. Inilah pemandangan yang mengharukan: sebuah keluarga besar bernama Indonesia berkumpul dalam damai.

Pada pukul 02.30 WIB dini hari. Final Piala Dunia 2026 masih berlangsung sengit, namun ibu saya memilih untuk menyempatkan diri menunaikan Sholat Tahajud di mushola yang ada didalam Gedung rektorat UNESA. Ibu saya yang seorang perempuan sederhana yang sangat mencintai sepak bola dan lebih mencintai ALLAH S.W.T. memilih khusyuk bermunajat di kala sebagian orang masih asyik menonton pertandingan.



Dan ketika ibu saya kembali ke tempat duduk, tiba-tiba presenter acara menyebutkan sebuah Doorprize berupa Sepeda Lipat merk Phonexia berwarna Hijau Aquamarine, "Dan pemenang undian besar ketiga, yakni berupa sepeda lipat dengan nama Muharni!".

Suara pembawa acara menggema. Saya terpana. Tidak percaya. Ibu saya hanya bisa tertegun, tangannya gemetar memegang kacamata yang baru saja dilepas. Saya spontan berteriak kegirangan, lalu merangkul ibu saya erat-erat. Lalu, saya sontak berteriak kepada ibu saya untuk bergegas maju dan berkata, "Bu, cepet ambil hadiahny nanti dibatalkan kalau nggak segera naik ke panggung!".

Dengan langkah setengah berlari dan tawa bahagia, ibu saya naik ke panggung. Petugas menyerahkan sebuah sepeda lipat berwarna Hijau Aquamarine yang mengkilap. Ibu saya hampir menangis. Seluruh penonton bersorak, bertepuk tangan meriah.

Tidak hanya ibu saya. Disebelah ibu saya sudah ada seorang mahasiswa laki-laki yang berkaos hitam, bersarung hitam, & bercelana hitam memegang Sepeda Lipat berwarna Hitam Pekat dengan senyum sumringah bersama-sama difoto.

Disusul undian Laptop yang juga didapatkan oleh mahasiswa UNESA lainnya yang memakai baju loreng Cokelat Hijau yang berlari kencang demi menyusul laptop barunya, & juga difoto.

Kemudian, pada sesi akhir ada mahasiswa bertubuh gemoy, berkulit putih, yang baru saja turun dari masjid UNESA juga dinyatakan sebagai pemenang Handphone. Ia tersenyum lebar, mengangkat ponsel barunya sembari berkata, "Alhamdulillah, habis tahajud langsung dapat rezeki nomplok!" setelah ditanya amalan apa yang membuatnya mendapatkan HP malam ini.

Seketika saya tersadar bahwa, ternyata Sholat Tahajud adalah jalan tercepat untuk mencapai kebutuhan dan keinginan dengan bemunajat kepada ALLAH S.W.T. Bukan sekadar ibadah semata, melainkan kunci dari segala kemudahan. Ketika orang lain terlelap atau terlalu asyik menonton bola, ibu saya dan mahasiswa itu memilih beribadah. Dan ALLAH S.W.T. membalas dengan cara yang tidak terduga melalui Door Prize Nobar Piala Dunia 2026.

Pertandingan final berlangsung dramatis. Sepanjang turnamen, saya dan ibu saya telah memilih Spanyol sebagai tim jagoan. Bukan tanpa alasan. Bukan sekadar karena permainan tiki-taka yang indah. Kami memilih Spanyol karena prinsip.

Spanyol adalah negara pertama di Eropa yang secara resmi mengakui kemerdekaan Palestina. Sementara itu, Argentina pihak lawan di final piala dunia ini memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan Israel. Bagi kami, sepak bola bukan hanya soal gawang dan gol. Sepak bola adalah soal nilai, keberpihakan, dan hati nurani.

Maka ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai, dan piala juara dunia jatuh ke tangan Spanyol, kami berpelukan. Ibu saya menangis. Saya tersenyum. Seluruh penonton yang mendukung Spanyol bersorak.

Malam yang ini adalah yang sangat bermakna, sangat indah, & sangat sempurna bagi saya, ibu saya, & seluruh rakyat Palestina. Karena negara sebesar Spanyol menyatakan dukungannya kepada seluruh rakyat Palestina agar menjadi negara yang bebas, tiada sesuatu apapun berbuat aniaya kepada siapapun, negara yang memiliki bukti sudah berdiri sejak lama karena ada mata uang nyata yang ada bahkan sebelum Israel terbentuk tahun 1948, negara yang justru awalnya menawarkan bantuan pada Israel tapi dibalas dengan sebuah kolonialisasi, & semua mata tertuju pada negara Palestina.

Karpet merah kini mulai digulung. Satu per satu peserta meninggalkan halaman Rektorat UNESA dengan senyum mengembang. Ada yang membawa pulang blender, ada yang membawa televisi, ada yang membawa sepeda lipat, dan yang paling penting, semua membawa pulang kenangan yang tak ternilai.

Terima kasih, Rektorat UNESA. Terima kasih, karpet merah. Terima kasih, kopi gratis dan polo pendem. Terima kasih, Spanyol. Terima kasih, sholat tahajud. Nobar Piala Dunia 2026 di UNESA Lidah Wetan telah resmi ditutup dengan tawa, tangis bahagia, dan sepeda lipat yang siap menemani ibu saya olahraga setiap pagi.

        Demikian, ulasan Nonton Bareng Piala Dunia tahun 2026 yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa melupakan."

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun