ULASAN FILM THE SONG OF SPARROWS TAHUN 2008

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Kamis, April 02, 2026


 

Identitas Film: The Song Of Sparrows

Asal Film: Iran

Durasi Film: 1 Jam 37 Menit

Jenis Film: Drama/Keluarga

Sutradara Film: Majid Majidi

Penulis Film: Mehran Kashani dan Majid Majidi

Studio Film: Soureh Cinema

Tahun Rilis Film: 2008

Pemain Film: Reja Naji, Maryam Akbari, Shabnam Akhlaghi, Hamid Aghazi, & Neshat Nazari

Estimasi Biaya: tidak diketahui

Keuntungan Penjualan: tidak diketahui

Penilaian Film Cinemascore: tidak diketahui

Penilaian Film IMDB: 7,9 poin / 10 poin

Penilaian Film Rotten Tomatoes: 98% / 100 % Tomatometer & 87% / 100% Popcornmeter

Penilaian Film Themovie: 75% / 100 % Skor Pengguna

Pengulas Film: Aisyah Nur Rahmah Febriani

Website Pengulas Film:  https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com

 

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas film yang di sutradarai oleh Majid Majidi yang telah menyutradari film “Muhammad: The Messenger of God” Tahun 2015 & “The Children of Heaven” Tahun 1999. Ternyata beliau seorang peduli anak & penyayang anak-anak itu terbukti pada semua karyanya yang rata-rata menyoroti kehidupan sosial, ikatan persaudaraan, jalinan persahabatan, & hal-hal positif yang berkenaan tentang rumah tangga baik ujian, perjalanan mencari nafkah sampai bekerja sama saling tolong menolong perihal pekerjaan rumah tangga.

Jadi, ayo saksikan ulasan saya tentang film “The Song Of Sparrows” Tahun 2008. Semoga dapat bermanfaat & dapat dijadikan Pelajaran bagi kita semua~~~


        A.   Berikut Sinopsis Lengkap dari Film ini:

Perjalanan seorang ayah yang mencari uang untuk membeli alat bantu pendengaran putri pertamanya yang rusak akibat jatuh ketika bermain bersama adik laki-lakinya di dekat kolam ikan yang terbengkalai.

 

        B.   Karakter-Karakter Penting Dalam Film Ini:

            1.   Reja Naji sebagai Karim, seorang ayah berusia 60 tahunan yang bekerja di peternakan burung unta, perawakannya tinggi sekitar 170 cm, berhidung mancung, rambut beruban, berkulit kuning langsat, berkeriput, & sifatnya yang keras, tegas, serta disiplin.

        2.   Maryam Akbari sebagai Narges, seorang ibu berusia 55 tahunan yang mengurus rumah tangga, perawakannya sedang sekitar 160 cm, berhidung mancung, berjilbab, berkulit putih bersih, berkeriput, & sifatnya yang lemah lembut, penyayang, tidak ringan tangan (memukul anaknya), serta peduli sesama.

        3.   Shabnam Akhlaghi sebagai Haniyeh, seorang anak pertama perempuan berusia 15 tahun yang memiliki kekurangan dalam pendengarannya jadi memerlukan alat bantu pendengaran, perawakannya sedang sekitar 140 cm, berhidung mancung, berjilbab, berkulit putih bersih, wajahnya cantik, & sifatnya yang lemah lembut, penyayang, penurut, suka membantu, serta banyak mengalah kepada adik-adiknya.

        4.   Hamid Aghazi sebagai Husein, seorang anak kedua laki-laki berusia 12 tahun yang memiliki keberanian, kecerdasan, serta ketangkasan dalam mengelola kolam bekas penangkaran ikan yang terbengkalai, perawakannya sedang sekitar 130 cm, berhidung mancung, berambut hitam, berkulit cokelat, wajahnya manis, & sifatnya yang pemberani, penuh keingintahuan, serta daya imajinasi tinggi sehingga dapat merencakan membangun Kerajaan dari bisnis ikan emasnya bersama semua teman laki-lakinya.

        5.   Neshat Nazari sebagai Zarah, seorang anak ketiga perempuan berusia 5 tahun yang selalu mengekor mengikuti ibunya, perawakannya sedang sekitar 120 cm, berhidung mancung, berambut hitam pendek serta ada poninya, berkulit putih bersih, wajahnya imut, & sifatnya yang pemalu, suka mengikuti apapun kakak-kakaknya lakukan, serta suka bertanya sama menjawab apapun yang ingin diketahuinya.

 

        C.   Hikmah Film Ini Yang Dapat Di Ambil, Yakni Sebagai Berikut:

Ketika melihat dari sisi kedua orang tua di film ini pastinya ingin memberikan nafkah yang banyak kepada keluarganya, sang ayah juga ingin memberikan kebutuhan primer seperti alat bantu baru pendengaran Haniyeh yang memiliki disabilitas tunarungu untuk anaknya bisa mendengar dengan leluasa tanpa hambatan, & berbagai pekerjaan pun dilakukan oleh sang ayah untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya mulai menjadi pengemudi ojek, tukang angkat barang pindahan, tukang rongsokan barang bekas mewah, sampai menjadi tukang reparasi barang bekas tersebut untuk keluarganya (sampai ketiban rongsokan antara kasihan & ngakak).

Sedangkan jika dilihat dari sisi anak-anaknya, dimulai dari Haniyeh yang selalu menuruti apa yang dikatakan ayahnya sehingga hal itu membuat ayahnya sangat menyayanginya ditambah alat pendengarannya yang rusak akibat bermain di bekas kolam ikan bersama Husein dan kawan-kawannya.

Husein anak yang cerdas, pemberani, & penuh akal cerdas untuk membantu keluarganya bangkit dari kemiskinan dengan membangun kerajaan bisnis ikan mas hias bersama kawan-kawannya. Dia melakukan berbagai pekerjaan mulai dari pekerjaan berjualan bunga (terpergok ayahnya jualan bunga dipinggir jalan raya wkwkwk lalu ditendang semua bunga jualannya), membantu menanam bunga-bunga di taman orang kaya, membersihkan taman orang kaya yang kotor, dan lain-lain.

Lalu Zarah yang selalu mengikuti ibunya pergi kemana pun, juga Zarah pemalu pada teman-temannya Husein jadi jarang diajak bermain keluar rumah, & Zarah selalu bersaing dengan Husein perihal apapun. Zarah bertengkar dengan Husein ketika mereka bertiga berkumpul di dekat ayah mereka untuk mewarnai Gips kaki milik ayahnya wkwkwk asli kocak lucu banget.

 

        D.  Rating Skor Film Ini:

v  Penilaian Film IMDB: 7,9 poin / 10 poin dari 12.000 Penonton


v Penilaian Film Rotten Tomatoes:

    1. 98% / 100 % Tomatometer dari 41 Kritikus Film Profesional

    2. 87% / 100% Popcornmeter dari 1.000 Penonton biasa


v  Penilaian Film Themovie: 75% / 100 % Skor Pengguna

 

Sedangkan rating skor pribadi saya kepada film ini adalah 100 poin / 100 poin, karena akting keseluruhan dari para pemain sangat alami tidak dibuat-buat, properti yang nyata seperti rumah yang hampir roboh, mengejar-ngejar burung unta yang kabur dengan menyamar menjadi burung unta betina yang palsu wkwkwkwk alsi kocak dah pecah, pertengkaran dengan pengemudi ojek lain lalu ternyata Karim ini yang tetap mengantarkan bapaknya karena si pengemudi ojek yang ngusir dia mogok asli dah pecah kagak sanggup kocak, & ketika jatuh dari tumpukan rongsokan akibat serakah menumpuk rongsokan serta tidak membantu saudaranya yang membutuhkan pintu baru karena pintu hanya seng lapuk sama kararan yang membuat istrinya menangis terseduh-seduh dibuatnya.

 

        E.   Komentar Untuk Film Ini:

v  Komentar Film IMDB:

    1. Komentar dari Lyrxsf, tahun 2011:

            "Pilihlah Kehidupan.

        Tidak ada drama besar, tidak ada kejar-kejaran mobil yang menegangkan, tidak ada citra yang sarat seks. Namun film ini menyentuh hati. Film ini memiliki daya tarik yang kuat. Film ini memiliki semua kesederhanaan dalam mencari nafkah, membesarkan anak, menjalani hidup. Dan kemudian ada momen-momen yang menghadapi kompleksitas, di mana mimpi dan keinginan bertabrakan dengan kerasnya kehidupan. Melepaskan kesepakatan mudah tetapi korup yang bisa membayar alat bantu dengar anak perempuan, mampu bernyanyi setelah anak-anak menyaksikan rencana mereka yang telah lama diidamkan hancur berantakan. Kamera menangkap beberapa puisi – pintu biru, pemandangan luas dengan burung unta, dan lanskap yang menjadi hidup dari coretan penuh kasih sayang seorang anak hingga mekar sepenuhnya. Tahukah Anda kenikmatan berada di atap yang sejuk bersama istri Anda sementara anak-anak menonton TV larut malam? Untuk momen-momen berharga seperti itu dan banyak momen lainnya dalam hidup, film ini wajib ditonton."


    2. Dari Druid333-2, tahun 2009:

            "Sebuah Kisah untuk Memikat Burung-Burung Kecil dari Pepohonan (tidak peduli seberapa besar ukurannya)

        Majid Majidi telah melakukannya lagi. Ia telah menciptakan kisah sederhana tentang seorang kepala keluarga yang penyayang (walaupun tidak tanpa beberapa kekurangan kecil) yang mengalami beberapa pengalaman yang merendahkan hati dalam hidup. Karim (diperankan dengan sangat baik oleh aktor langganan Majidi, Mohammad Amir Naji, yang di sini dikenal sebagai Reza Naji) memiliki pekerjaan yang nyaman di sebuah peternakan burung unta, mengawasi burung-burung berukuran besar. Masalah muncul ketika salah satu burung melarikan diri dari kandang, mengakibatkan Karim kehilangan pekerjaannya. Keberuntungan menghampiri Karim ketika ia akhirnya menjadi sopir taksi di pusat kota Teheran. Elemen plot lainnya ditambahkan dalam bentuk putri sulungnya, Haniyeh (Shabnam Aklaghi) yang sebagian tuli, kehilangan alat bantu dengarnya karena adik laki-lakinya, Hussein (Hamed Aghazi), yang ingin memulai pembibitan ikan mas di sumur yang tidak terpakai, dan kehilangan alat bantu dengarnya di sumur/lubang lumpur tersebut. Ditambah dengan istri yang pengertian dan penyayang, tetangga yang peduli, dan lainnya, Anda akan mendapatkan film yang penuh kasih sayang dan memanjakan mata serta indra lainnya. Majid Majidi menyutradarai film ini berdasarkan skenario yang ditulis oleh Majidi dan Mehran Kashani. Sinematografi oleh Tooraj Mansouri berhasil menangkap lanskap Iran yang terjal, dengan semburan warna sesaat (lihat adegan Naji membawa pintu biru melintasi lanskap pedesaan Iran yang tandus seperti gurun, serta beberapa adegan menakjubkan lainnya yang memanjakan mata). Film ini diberi rating PG oleh MPAA karena beberapa penggunaan bahasa kasar yang singkat, tetapi tidak mengandung hal lain yang menyinggung."


v Komentar Film Rotten Tomatoes:

    1. Komentar dari kritikus profesional:

            a. Komentar dari Jonathan Curiel asal San Francisco Chronicle,             tahun 2009:

                "Terkadang lucu, sedih, mengharukan, dan menegangkan,         Sparrows adalah bukti kepiawaian Majidi dalam bercerita—dan         akting Naji yang luar biasa."


            b. Komentar dari Betsy Sharkey asal Los Angeles Times,                     tahun 2009:

                "Ini adalah kolaborasi keempat bagi Naji dan Majidi, dan         aktor serta sutradara tersebut saling memberi inspirasi kreatif,         mendorong batasan karakter setiap kali."


2. Komentar dari penonton biasa:

    a. Komentar dari NIKHIL. S., tahun 2017:

        "Salah satu karya sinema Iran terbaik, Majid Majidi, merangkai narasi yang kuat tentang pandangan dunia dari perspektif anak-anak dan seorang ayah yang berjuang. Yang ditampilkan di layar adalah bahwa anak-anak secara bawaan memiliki empati dan kepedulian terhadap kehidupan di sekitar mereka."


    b. Komentar dari Madam. D., tahun 2009:

        "Saya berharap semua film bisa memiliki begitu banyak nilai moral. Film ini menunjukkan bagaimana materialisme dapat menghancurkan hidup Anda jika Anda tidak memperhatikan apa yang benar-benar penting."

 

Sedangkan menurut saya, film ini sangat pantas dijadikan tontonan keluarga agar mempererat rasa kekeluargaan, keharmonisan, film yang penuh canda tawa, & menghargai perjuangan nafkah oleh ayah kita serta perjuangan ibu kita yang mendidik kita dirumah sama menyajikan masakan kesukaan kita.



Insert Video: Trailer Film The Song Of Sparrows Tahun 2008

 

Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun