ULASAN FILM THE SCHOOL FOR GOOD AND EVIL TAHUN 2022

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Sabtu, April 11, 2026

 

Identitas Film: The School For Good And Evil

Asal Film: Amerika Serikat

Durasi Film: 2 Jam 28 menit

Jenis Film: Komedi, Fantasi, & Petualangan

Sutradara Film: Paul Feig

Penulis Film: Soman Chainani, David Magee, & Paul Feig

Studio Film: Netflix, RK Films, & F. Co Entertaiment

Tahun Rilis Film: 2022

Pemain Film: Sofia Wylie, Sophia Anne Caruso, Jamie Flatters, Laurence Fishburne, Kit Young, Kerry Washington, Michelle Yeoh, Charlize Theron, & Mark Heap

Estimasi Biaya: tidak diketahui

Keuntungan Penjualan: tidak diketahui

Penilaian Film Cinemascore: tidak diketahui

Penilaian Film IMDB: 5,9 Poin /10 Poin

Penilaian Film Rotten Tomatoes: 38% / 100% dari Tomatometer kritikus professional & 66% / 100% dari Popcornmeter penonton biasa

Penilaian Film TheMovie: 70% / 100% dari User Score

Pengulas Film: Aisyah Nur Rahmah Febriani

Website Pengulas Film:

https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com

 

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas tentang film yang mengusung tema feminisme, kesetaraan gender, & setiap manusia pasti pernah melakukan kebaikan serta keburukan tetapi selama masih hidup berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik. Konsep unik tersebut yang membuat saya tertarik untuk menonton dan mengulas film ini.

Film The School for Good and Evil tahun 2022 ini sangat menarik untuk ditonton karena membawa cerita fantasi yang berbeda dari dongeng biasa. Film ini mengajak penonton berpikir tentang kebaikan dan keburukan bukan sebagai label tetap, melainkan sebagai proses yang bisa berubah. Selain itu, alur ceritanya penuh kejutan, humor, dan pesan moral yang relevan untuk remaja maupun dewasa.

 

        A.   Sinopsis Lengkap Film Ini:

Di sebuah dunia dongeng, terdapat dua sekolah, yakni: Sekolah Kebaikan dan Sekolah Kejahatan. Setiap anak yang dianggap cocok akan dikirim ke salah satu sekolah tersebut untuk “dibentuk” menjadi tokoh baik atau tokoh jahat sesuai takdir mereka.

Agatha dan Sofia adalah dua sahabat yang begitu dekat. Keduanya tumbuh bersama, saling mendukung, dan percaya pada mimpi masing-masing. Namun, ketika “pemilihan” dilakukan, nasib mereka justru berubah karena Agatha terlempar ke Sekolah Kebaikan, sedangkan Sofia dibawa ke Sekolah Kejahatan. Sejak saat itu, hubungan keduanya diuji oleh aturan sekolah, karakter para siswa, serta pandangan dunia yang menilai seseorang dari “label” yang melekat.

Seiring waktu, kebenaran mulai terbuka bahwa sekolah-sekolah itu tidak sepenuhnya menjalankan konsep moral yang adil. Anak-anak diatur, dipaksa, dan dipersepsikan menurut cerita dongeng lama yang sebenarnya bisa menipu. Agatha dan Sofia harus menghadapi berbagai ujian untuk membuktikan bahwa baik dan jahat tidak sesederhana yang terlihat. Di tengah perjalanan tersebut, mereka belajar bahwa persahabatan, keberanian, dan kejujuran lebih menentukan arah hidup dibandingkan cap dari luar.

Konflik semakin memanas saat mereka menyadari ada unsur takdir yang ternyata bisa dipengaruhi dan keputusan yang mereka ambil akan menentukan akhir dari jalan cerita yang selama ini mereka anggap pasti.

 

        B.   Karakter-Karakter Penting Dalam Film Ini:

 

    1. Sofia Wylie sebagai Agatha seorang putri di sekolah kebaikan:

         Seorang perempuan yang berwajah manis, berusia 18 tahun, berambut keriting, berwarna hitam, bermata hitam, berkulit cokelat, tinggi badan menjulang, berbadan fit, bersifat baik, suka membantu, tulus memberikan sesuatu, ramah, suka berteman, & dia berusaha mempertahankan konsep “kebaikan” yang ia percaya, namun akhirnya belajar bahwa kebaikan harus dibuktikan lewat perkataan, pilihan yang diambil, dan Tindakan yang telah diperbuat, bukan sekadar penampilan.

 

 2. Sophia Anne Caruso sebagai Sofia seorang penyihir di sekolah kejahatan:

Seorang perempuan yang berwajah cantik, berusia 18 tahun, tinggi badan mungil, berambut lurus, berwarna blonde/pirang, bermata biru, berkulit putih, berbadan kurus, bersifat baik, egois, suka berimajinasi, suka bermimpi, tulus, ramah, suka berteman, & dia berani melawan prasangka untuk berusaha bertahan di lingkungan yang menganggapnya “jahat”. Ia menunjukkan bahwa “cap” tidak selalu sesuai dengan isi hati seseorang.

 

            3.   Jamie Flatters sebagai Tedros seorang Pangeran Camelot, putra mahkota dari Raja Arthur:

              Seorang laki-laki yang berwajah tampan, berusia 18 tahun, berbadan tinggi besar, berotot, posisi tegap, berambut gelombang, berwarna cokelat, bermata hijau, berkulit putih, bersifat baik, suka membantu, tulus memberikan sesuatu, ramah, suka berteman, & dia mempunyai trauma pada perempuan cantik sebab ayahnya dikhianati oleh ibu kandungnya, Guinevere yang berselingkuh dengan kesatria kepercayaan Raja Arthur yang Bernama, Lancelot. Sehingga mau tidak mau Agatha membantu Sofia agar bisa masuk ke Sekolah Kebaikan dengan cara mendapatkan ciuman dari Pangeran Tedros. Namun, pada kenyataannya Pangeran Tedros ternyata malah jatuh cinta pada Agatha.

 

          4.   Laurence Fishburne sebagai Kepala Sekolah Rhian sosok penyamaran Rafal selama bertahun-tahun:

Seorang laki-laki yang berwajah keriput, berusia 50 tahun, berbadan tinggi, posisi tegap, berambut botak, berwarna putih uban, bermata hitam, berkulit putih, bersifat misterius, pendiam, selalu bekerja sendirian, & dia mempunyai rahasia yang kelam.

 

            5.   Kit Young sebagai Rafal & Rhian, kepala sekolah kejahatan & kebaikan seorang anak kembar:

Seorang laki-laki yang berwajah jelek, berusia 30 tahun, berbadan tinggi, posisi tegap, berambut keriting, berwarna hitam, bermata hitam, berkulit hitam, bersifat jahat, pikiran licik, perilaku kejam, suka melakukan berbagai cara curang untuk menang, mencari mangsa untuk memenuhi tujuannya, & memberikan sihir terkuat akan tetapi dibayar dengan nyawa.

 

             6.   Kerry Washington sebagai Prof. Clarissa Dovey seorang dekan di sekolah kebaikan:

    Seorang perempuan yang berwajah manis, berusia 30 tahun, berambut keriting, berwarna hitam, bermata hitam, berkulit hitam, tinggi badan sedang, bersifat baik, tidak ramah, super sensitif, gelisah, terlalu tegas karena takut jabatannya sebagai dekan sekolah akan dicabut jika diketahui ada anak-anak yang salah sekolah, & dia berusaha mempertahankan konsep “kebaikan” yang ada disekolah kebaikan, namun kebaikan dan kejahatan tidak semudah itu dinilai hanya karena asal-usul nenek moyang kita. Tetapi, dari dalam pikirin & hati kitalah yang menunjukkan aslinya kita.

 

        7.   Michelle Yeoh sebagai Prof. Emma Anemone seorang guru kecantikan di sekolah kebaikan:

    Seorang perempuan yang berwajah cantik, berusia 30 tahun, tinggi badan sedang, berambut lurus, berwarna hitam, bermata hitam, berkulit kuning langsat, berbadan kurus, bersifat baik, pakaian modis, wajahnya dimakeup dengan indah, super feminim, suka keindahan, suka kelembutan, suka semua yang berwarna-warni, tegas, disiplin, hanya memberikan Batasan toleransi kesalahan 3x jika sudah akan diberikan kutukan keabadian menjadi benda mati yang hanya bisa bergerak hidup yang terbatas (seperti teko, ceret, lampu lilin yang ada di cerita Cinderella atau Beauty and Beast), & dia berusaha mempertahankan konsep “kebaikan” yang ada disekolah kebaikan, namun kebaikan dan kejahatan tidak semudah itu dinilai hanya karena asal-usul nenek moyang kita. Tetapi, dari dalam pikirin & hati kitalah yang menunjukkan aslinya kita.

 

        8.   Charlize Theron sebagai Lady Leonora Lesso seorang dekan di sekolah kejahatan:

    Seorang perempuan yang berwajah cantik, berusia 30 tahun, berambut keriting, berwarna merah, bermata biru, berkulit putih, tinggi badan menjulang, bersifat jahat, tidak ramah, super sensitif, gelisah, terlalu tegas karena takut jabatannya sebagai dekan sekolah akan dicabut jika diketahui ada anak-anak yang salah sekolah, & dia berusaha mempertahankan konsep “kebaikan” yang ada disekolah kebaikan, namun kebaikan dan kejahatan tidak semudah itu dinilai hanya karena asal-usul nenek moyang kita. Tetapi, dari dalam pikirin & hati kitalah yang menunjukkan aslinya kita.

 

  1. Mark Heap sebagai Prof. Bilious Manley seorang guru kejelekan di sekolah kejahatan:

Seorang laki-laki yang berwajah keriput, berusia 50 tahun, berbadan pendek, posisi bungkuk, berambut gondrong, berwarna putih uban, bermata hitam, berkulit putih pucat, giginya ompong, bersifat blak-blakan, suka memukul pakai cebok air, suka teriak-teriak, tidak suka ada yang berbicara selain dia, selalu bekerja sendirian, & dia mempunyai rahasia yang kelam.

 

        C.   Hikmah Film Ini Yang Dapat Di Ambil:

Dalam film ini memiliki pesan bahwa, kita jangan cepat menghakimi seseorang hanya dari label atau “cerita versi orang lain”. Karena kita tidak tahu yang sebenarnya dan kita juga harus konfirmasi kepada dua belah pihak. Agar kita bisa menjadi penengah yang adil, bijaksana, & Amanah dalam menyelesaikan suatu konflik atau masalah.

Sifat baik dan sifat buruk bukan sifat yang kekal, menurun kea nak turunan kita, & menetap dalam garis keturunan kita, melainkan dari hasil pikira, hati, & perilaku yang selama ini kita hasilkan dari pilihan yang terus dibentuk hari demi hari.

Persahabatan dan loyalitas bisa kita pertahankan tergantung kemauan dan keinginan kita, walau banyak ujian atau rintangan yang menghadang untuk memisahkan jika kita bertahan dan saling menguatkan maka persahabatan akan kekal selamanya.

Kita perlu berani menilai diri sendiri bagaimana sifat kita, apakah kita pantas dihina seperti itu, jika tidak pantas sebaiknya kita menjauhi orang-orang yang jahat/keji kepada kita demi kedamaian kita, & kita tidak boleh asal mengikuti standar dunia yang kadang menyesatkan kita.

Kebaikan yang sejati tidak hanya tampak dari luar atau fisik semata melainkan bibit awalnya adalah dari pikiran, hati, serta perilaku kita memperlakukan orang lain.

 

        D.  Rating Skor Film Ini:

Saya sendiri menilai film ini mulai dari alur cerita memiliki nilai 8 poin /10 poin, lalu dilihat dari akting pemeran memiliki nilai 7,5 poin /10 poin, dalam pengambilan visual & dunia fantasi memiliki nilai 8 poin /10 poin, disusul oleh kesesuaian pesan moral memiliki nilai 8 poin /10 poin, & diambil nilai rating keseluruhan dengan total 7,8 poin /10 poin.

 

        E.   Komentar Untuk Film Ini:

Film ini menurut saya cukup menghibur karena berisi fantasi yang unik dan twist yang membuat penonton tidak cepat menebak akhir cerita. Dialog dan humor juga membantu supaya film tidak terasa berat, meskipun sebenarnya ada tema moral yang cukup serius: tentang prasangka, sistem yang mengatur, serta kenyataan bahwa kebaikan tidak selalu identik dengan “penampilan” atau “tempat”.

Walaupun terdapat beberapa bagian yang terasa dramatis dan alurnya kadang cepat, saya tetap merasa film ini layak ditonton karena memberikan pelajaran bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berubah. Film ini juga cocok untuk penonton remaja karena membuat kita berpikir: “kalau aku ada di posisi tokoh tersebut, aku akan memilih yang benar atau hanya mengikuti aturan?”.

 



Insert Video: Trailer Film The School For Good And Evil Tahun 2022

 

Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun