ULASAN FILM THE SCHOOL FOR GOOD AND EVIL TAHUN 2022
Identitas Film: The
School For Good And Evil
Asal Film: Amerika
Serikat
Durasi Film: 2 Jam 28
menit
Jenis Film: Komedi, Fantasi,
& Petualangan
Sutradara Film: Paul
Feig
Penulis Film: Soman
Chainani, David Magee, & Paul Feig
Studio Film: Netflix,
RK Films, & F. Co Entertaiment
Tahun Rilis Film:
2022
Pemain Film: Sofia
Wylie, Sophia Anne Caruso, Jamie Flatters, Laurence Fishburne, Kit Young, Kerry
Washington, Michelle Yeoh, Charlize Theron, & Mark Heap
Estimasi Biaya: tidak
diketahui
Keuntungan Penjualan:
tidak diketahui
Penilaian Film
Cinemascore: tidak diketahui
Penilaian Film IMDB:
5,9 Poin /10 Poin
Penilaian Film Rotten
Tomatoes: 38% / 100% dari Tomatometer kritikus professional & 66% / 100% dari
Popcornmeter penonton biasa
Penilaian Film
TheMovie: 70% / 100% dari User Score
Pengulas Film: Aisyah
Nur Rahmah Febriani
Website Pengulas
Film:
https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas
tentang film yang mengusung tema feminisme, kesetaraan gender, & setiap
manusia pasti pernah melakukan kebaikan serta keburukan tetapi selama masih
hidup berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik. Konsep unik tersebut yang
membuat saya tertarik untuk menonton dan mengulas film ini.
Film The School for Good and Evil tahun 2022 ini
sangat menarik untuk ditonton karena membawa cerita fantasi yang berbeda dari
dongeng biasa. Film ini mengajak penonton berpikir tentang kebaikan dan
keburukan bukan sebagai label tetap, melainkan sebagai proses yang bisa
berubah. Selain itu, alur ceritanya penuh kejutan, humor, dan pesan moral yang
relevan untuk remaja maupun dewasa.
A.
Sinopsis
Lengkap Film Ini:
Di sebuah dunia dongeng, terdapat dua sekolah, yakni: Sekolah
Kebaikan dan Sekolah Kejahatan. Setiap anak yang dianggap cocok akan dikirim ke
salah satu sekolah tersebut untuk “dibentuk” menjadi tokoh baik atau tokoh
jahat sesuai takdir mereka.
Agatha dan Sofia adalah dua sahabat yang begitu dekat.
Keduanya tumbuh bersama, saling mendukung, dan percaya pada mimpi
masing-masing. Namun, ketika “pemilihan” dilakukan, nasib mereka justru berubah
karena Agatha terlempar ke Sekolah Kebaikan, sedangkan Sofia dibawa ke Sekolah
Kejahatan. Sejak saat itu, hubungan keduanya diuji oleh aturan sekolah,
karakter para siswa, serta pandangan dunia yang menilai seseorang dari “label”
yang melekat.
Seiring waktu, kebenaran mulai terbuka bahwa
sekolah-sekolah itu tidak sepenuhnya menjalankan konsep moral yang adil.
Anak-anak diatur, dipaksa, dan dipersepsikan menurut cerita dongeng lama yang
sebenarnya bisa menipu. Agatha dan Sofia harus menghadapi berbagai ujian untuk
membuktikan bahwa baik dan jahat tidak sesederhana yang terlihat. Di tengah
perjalanan tersebut, mereka belajar bahwa persahabatan, keberanian, dan
kejujuran lebih menentukan arah hidup dibandingkan cap dari luar.
Konflik semakin memanas saat mereka menyadari ada
unsur takdir yang ternyata bisa dipengaruhi dan keputusan yang mereka ambil
akan menentukan akhir dari jalan cerita yang selama ini mereka anggap pasti.
B.
Karakter-Karakter
Penting Dalam Film Ini:
- Sofia Wylie sebagai Agatha seorang putri di sekolah kebaikan:
2. Sophia Anne Caruso sebagai Sofia seorang penyihir di sekolah kejahatan:
Seorang perempuan yang berwajah cantik, berusia 18
tahun, tinggi badan mungil, berambut lurus, berwarna blonde/pirang, bermata biru,
berkulit putih, berbadan kurus, bersifat baik, egois, suka berimajinasi, suka
bermimpi, tulus, ramah, suka berteman, & dia berani melawan prasangka untuk
berusaha bertahan di lingkungan yang menganggapnya “jahat”. Ia menunjukkan
bahwa “cap” tidak selalu sesuai dengan isi hati seseorang.
3. Jamie Flatters sebagai Tedros seorang Pangeran Camelot, putra mahkota dari Raja Arthur:
Seorang laki-laki yang berwajah tampan, berusia 18 tahun, berbadan tinggi besar, berotot, posisi tegap, berambut gelombang, berwarna cokelat, bermata hijau, berkulit putih, bersifat baik, suka membantu, tulus memberikan sesuatu, ramah, suka berteman, & dia mempunyai trauma pada perempuan cantik sebab ayahnya dikhianati oleh ibu kandungnya, Guinevere yang berselingkuh dengan kesatria kepercayaan Raja Arthur yang Bernama, Lancelot. Sehingga mau tidak mau Agatha membantu Sofia agar bisa masuk ke Sekolah Kebaikan dengan cara mendapatkan ciuman dari Pangeran Tedros. Namun, pada kenyataannya Pangeran Tedros ternyata malah jatuh cinta pada Agatha.
4.
Laurence
Fishburne sebagai Kepala Sekolah Rhian sosok penyamaran Rafal selama
bertahun-tahun:
Seorang laki-laki yang berwajah keriput, berusia 50
tahun, berbadan tinggi, posisi tegap, berambut botak, berwarna putih uban,
bermata hitam, berkulit putih, bersifat misterius, pendiam, selalu bekerja
sendirian, & dia mempunyai rahasia yang kelam.
5.
Kit
Young sebagai Rafal & Rhian, kepala sekolah kejahatan & kebaikan
seorang anak kembar:
Seorang laki-laki yang berwajah jelek, berusia 30
tahun, berbadan tinggi, posisi tegap, berambut keriting, berwarna hitam,
bermata hitam, berkulit hitam, bersifat jahat, pikiran licik, perilaku kejam,
suka melakukan berbagai cara curang untuk menang, mencari mangsa untuk memenuhi
tujuannya, & memberikan sihir terkuat akan tetapi dibayar dengan nyawa.
6.
Kerry
Washington sebagai Prof. Clarissa Dovey seorang dekan di sekolah kebaikan:
7.
Michelle
Yeoh sebagai Prof. Emma Anemone seorang guru kecantikan di sekolah kebaikan:
8.
Charlize
Theron sebagai Lady Leonora Lesso seorang dekan di sekolah kejahatan:
- Mark Heap
sebagai Prof. Bilious Manley seorang guru kejelekan di sekolah kejahatan:
Seorang laki-laki yang berwajah keriput, berusia 50
tahun, berbadan pendek, posisi bungkuk, berambut gondrong, berwarna putih uban,
bermata hitam, berkulit putih pucat, giginya ompong, bersifat blak-blakan, suka
memukul pakai cebok air, suka teriak-teriak, tidak suka ada yang berbicara
selain dia, selalu bekerja sendirian, & dia mempunyai rahasia yang kelam.
C.
Hikmah
Film Ini Yang Dapat Di Ambil:
Dalam film ini memiliki pesan bahwa, kita jangan cepat
menghakimi seseorang hanya dari label atau “cerita versi orang lain”. Karena
kita tidak tahu yang sebenarnya dan kita juga harus konfirmasi kepada dua belah
pihak. Agar kita bisa menjadi penengah yang adil, bijaksana, & Amanah dalam
menyelesaikan suatu konflik atau masalah.
Sifat baik dan sifat buruk bukan sifat yang kekal,
menurun kea nak turunan kita, & menetap dalam garis keturunan kita,
melainkan dari hasil pikira, hati, & perilaku yang selama ini kita hasilkan
dari pilihan yang terus dibentuk hari demi hari.
Persahabatan dan loyalitas bisa kita pertahankan
tergantung kemauan dan keinginan kita, walau banyak ujian atau rintangan yang menghadang
untuk memisahkan jika kita bertahan dan saling menguatkan maka persahabatan
akan kekal selamanya.
Kita perlu berani menilai diri sendiri bagaimana sifat
kita, apakah kita pantas dihina seperti itu, jika tidak pantas sebaiknya kita
menjauhi orang-orang yang jahat/keji kepada kita demi kedamaian kita, & kita
tidak boleh asal mengikuti standar dunia yang kadang menyesatkan kita.
Kebaikan yang sejati tidak hanya tampak dari luar atau
fisik semata melainkan bibit awalnya adalah dari pikiran, hati, serta perilaku
kita memperlakukan orang lain.
D. Rating Skor Film Ini:
Saya sendiri menilai film ini mulai dari alur cerita
memiliki nilai 8 poin /10 poin, lalu dilihat dari akting pemeran memiliki nilai
7,5 poin /10 poin, dalam pengambilan visual & dunia fantasi memiliki nilai
8 poin /10 poin, disusul oleh kesesuaian pesan moral memiliki nilai 8 poin /10 poin,
& diambil nilai rating keseluruhan dengan total 7,8 poin /10 poin.
E.
Komentar
Untuk Film Ini:
Film ini menurut saya cukup menghibur karena berisi
fantasi yang unik dan twist yang membuat penonton tidak cepat menebak akhir
cerita. Dialog dan humor juga membantu supaya film tidak terasa berat, meskipun
sebenarnya ada tema moral yang cukup serius: tentang prasangka, sistem yang
mengatur, serta kenyataan bahwa kebaikan tidak selalu identik dengan
“penampilan” atau “tempat”.
Walaupun terdapat beberapa bagian yang terasa dramatis
dan alurnya kadang cepat, saya tetap merasa film ini layak ditonton karena
memberikan pelajaran bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berubah. Film
ini juga cocok untuk penonton remaja karena membuat kita berpikir: “kalau aku
ada di posisi tokoh tersebut, aku akan memilih yang benar atau hanya mengikuti
aturan?”.
Insert Video: Trailer Film The School For Good
And Evil Tahun 2022
Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan
semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada
para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman
yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan
saya. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

0 Komentar
Berkomentarlah dengan sopan dan santun