ULASAN FILM DUA GARIS BIRU TAHUN 2019

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Rabu, April 08, 2026

 

 

Identitas Film: Dua Garis Biru

Asal Film: Indonesia

Durasi Film: 112 menit

Jenis Film: Drama, Romantis

Sutradara Film: Gina S. Noer

Penulis Film: Gina S. Noer

Studio Film: Starvision Plus

Tahun Rilis Film: 2019

Pemain Film: Angga Aldi Yunanda, Adhisty Zara, Dwi Sasono, Lulu Tobing, Arswendy Bening Swara, Cut Mini Theo, & Rachel Amanda

Estimasi Biaya: Sekitar Rp. 5 Miliar Rupiah

Keuntungan Penjualan: Sekitar Rp. 30 Miliar Rupiah

Penilaian Film Cinepoint: 8 Poin / 10 Poin

Penilaian Film Cineverse: 4 Poin / 5 Poin

Penilaian Film Montasefilm: 4.5 Poin / 5 Poin

Pengulas Film: Aisyah Nur Rahmah Febriani

Website Pengulas Film:

https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com

  

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, saya tertarik mengulas film ini disebabkan karena mengusung tema sensitif terkait pergaulan bebas, kehamilan diluar nikah, & kesenjangan sosial antara pasangan yang saling jatuh cinta. Awalnya saya pikir akan terlalu vulgar, sensual, seksual, & liar, padahal pada kenyataannya sangat sesuai realitas, banyak menyadarkan atas pentingnya kesadaran kesehatan reproduksi remaja perempuan, & masa depan kedua sejoli ke depannya seperti ap ajika bayinya dipertahankan ataupun bayinya ditiadakan. Setiap tindakan menimbulkan resiko besar dan rentan bagi diri sendiri maupun orang lain. Yuk, Simak ulasan film ini untuk belajar bahayanya seks bebas!

     

        A.   Berikut Sinopsis Lengkap Dari Film Ini:

Film “Dua Garis Biru” Tahun 2019 menceritakan kisah cinta remaja antara Bima dan Dara, yang harus menghadapi konsekuensi dari hubungan terlarang mereka & status sosial mereka yang berbeda. Ketika Dara hamil di luar nikah, keduanya terpaksa harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Film ini menggambarkan perjalanan mereka dalam menghadapi stigma sosial, harapan, dan tanggung jawab yang muncul akibat kesalahan di masa remaja.

 

        B.   Karakter-Karakter Penting Dalam Film Ini:

1.   Angga Aldi Yunanda sebagai Bima, seorang remaja laki-laki yang jatuh cinta pada Dara memiliki fisik tinggi, berkulit sawo matang, sifatnya pendiam, kehidupan sederhana, berbeda status sosial dengan Dara, dan berjuang untuk bertanggung jawab atas kesalahan mereka berdua.

2.   Adhisty Zara sebagai Dara, seorang remaja perempuan yang jatuh cinta pada Bima memiliki fisik mungil, berkulit putih, sifatnya ceria juga cerewet, kehidupan mewah, berbeda status sosial dengan Bima, berjuang untuk bertanggung jawab atas kesalahan mereka berdua, & menghadapi dampak dari kehamilan tidak terencana.

3.   Dwi Sasono sebagai Papi Dara, seorang bapak berusia 30 tahunan, memiliki fisik tinggi, berkumis, bergaya nyentik, flamboyan, memakai model baju model terbaru, jam tangan mewah, sepatu yang mengkilap, memiliki restoran mewah, & lebih seperti bapak-bapak takut istri.

4.   Lulu Tobing sebagai Mami Dara, seorang ibu berusia 30 tahunan, memiliki fisik sedang, langsing, berkulit putih, bergaya femme fatale, girl bossy, memakai model baju model terbaru, jam tangan mewah, tas mewah branded, heels keluaran terbaru, humas hotel mewah, & lebih seperti ibu-ibu yang dominan didalam rumah tangga.

5.   Arswendy Bening Swara sebagai Ayah Bima, seorang bapak berusia 50 tahunan, memiliki fisik tinggi, kurus, pendiam, ramah, penenang, bergaya sederhana, penyabar, memakai model baju betawi, sepatu selop, bengkel reparasi motor, & lebih seperti bapak-bapak pengayom istri.

6.   Cut Mini Theo sebagai Ibu Bima, seorang ibu berusia 50 tahunan, memiliki fisik sedang, kurus, berjilbab, berkulit kuning langsat, bergaya muslimah, girl boss, cerewet, blak-blakan, memakai model baju muslimah, ibu rumah tangga, & lebih seperti ibu-ibu yang pengajian dikampung.

7.   Rachel Amanda sebagai Kakak perempuan pertama Bima, seorang kakak perempuan pertama yang berusia 20 tahunan, memiliki fisik sedang, kurus, berjilbab, berkulit kuning langsat, bergaya muslimah, feminim girl, lemah lembut, penyayang, memakai model baju muslimah, sudah bertunangan tapi Ikhlas dilewati oleh adiknya walau awalnya sedih sama ngambek, & lebih seperti ibu-ibu yang pengajian dikampung juga sih wkwkwk.

 

        C.   Hikmah Film Ini Yang Dapat Di Ambil, Yakni Sebagai Berikut:

Pentingnya pengawasan orang tua dalam hubungan percintaan remaja yang belum tahu batasan, selalu ingin tahu hal yang terlarang bagi agama, & pacaran adalah sesuatu yang haram dalam agama Islam karena lebih banyak keburukan.

Mereka berdua (sejoli ini) harus berani bertanggung jawab walau menyakiti semua orang yang mereka sayangi dampak dari keputusan yang dilakukan mereka pada usia muda.

Tanggung jawab yang harus mereka berdua dihadapi ketika melakukan kesalahan besar yang mempora-porandakan seluruh keluarga mereka berdua, masa depan, kesehatan mereka berdua, ketidak stabilan mental dalam menghadapi masalah, & masa depan yang kacau balau.

Peran keluarga dalam mendukung anak-anak mereka di saat sulit, walau awalnya para orang tua sangat marah pada mereka berdua tetapi akhirnya meredam, mencoba berpikir jernih, menyadari adanya makhluk hidup baru yang berhak mendapatkan kasih saying mereka semua, & sedikit demi sedikit memperbaiki hubungan satu sama lain.

Menghadapi stigma sosial pada remaja perempuan yang diharuskan dikeluarkan dari sekolah, tatapan semua orang padanya yang hamil diluar nikah, putusnya hak mendapatkan pendidikan yang layak didalam negeri, dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

 

        D.  Rating Skor Film Ini:

Saya memberikan skor pada film ini yakni, 8.5/10 karena ceritanya serealitis mungkin, memakai logika sekarang, kemajuan berpikir yang mana perempuan hamil diluar nikah dicabut paksa haknya akibat hamil diluar nikah padahal harusnya kedua remaja itu baik perempuan maupun laki-laki, tetapi juga tidak menghancurkan permanen hak Pendidikan mereka berdua.

Seharusnya diberikan solusi lain, seperti boleh diperbolehkan melanjutkan pendidikan asalkan ditempatkan di Lembaga Home Schooling agar tidak ada stigma pada korban, tidak jadi bahan gunjingan, & masa depan kedua orang tua remaja bayi tersebut terjamin untuk bisa mandiri membiayai bayi tersebut karena bayi tersebut memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

 

        E.   Komentar Untuk Film Ini:

Film “Dua Garis Biru” Tahun 2019 berhasil menyajikan kisah yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Dengan penyampaian yang realistis dan emosional, film ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran berharga. Akting para pemain, terutama Angga Aldi Yunanda dan Adhisty Zara, sangat kuat dan menyentuh hati. Film ini layak untuk ditonton, terutama bagi kalangan remaja dan orang tua.

 

Insert Video: Trailer Film Dua Garis Biru Tahun 2019

 

Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun