ULASAN FILM DUA HATI BIRU TAHUN 2024

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Minggu, April 26, 2026

 

 

Identitas Film: Dua Hati Biru

Asal Film: Indonesia

Durasi Film: 1 Jam 46 Menit

Jenis Film: Drama dan Keluarga

Sutradara Film: Gina S. Noer & Dinna Jasanti

Penulis Film: Gina S. Noer

Studio Film: Starvision & Wahana Kreator

Tahun Rilis Film: 2024

Pemain Film: Angga Yunanda, Aisha Nurra Datau, Farrell Rafisqy, Lulu Tobing, Cut Mini, Arswendy Beningswara, Rachel Amanda, & Maisha Kanna

Estimasi Biaya: 10.000.000.000 Miliar Rupiah Indonesia

Keuntungan Penjualan: 25.000.000.000 Miliar Rupiah Indonesia

Penilaian Film Cinepoint: 8,2 Poin / 10 Poin Cinepoint Flash

Penilaian Film Cineverse: Tidak diketahui

Penilaian Film Montasefilm: 55% / 100% Penilaian Penulis

Pengulas Film: Aisyah Nur Rahmah Febriani

Website Pengulas Film:  https://belajarmenjadigurusejati.blogspot.com

 

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, saya ingin melanjutkan mengulas seri film dari Dua Garis Biru tahun 2019, yakni: Dua Hati Biru tahun 2024. Kisah lanjutan dari gejolak asmara, obsesi cinta, menggapai pendidikan, & bagaimana cara mendidik anaknya ketika seusia mereka berdua yang seharusnya fokus belajar, menggapai cita-cita, hingga pergi kuliah ke luar negeri. Oh, iya pada film Dua Hati Biru tahun 2024 pemeran dari Dara yang awalnya diperankan oleh Adhisty Zara digantikan oleh Aisha Nurra Datau.

Padahal dua orang yang berbeda akan menimbulkan perbedaan dari segi akting, sifat karakter, & dampaknya akan mengefek pada film. Karena kalau dari saya telah melihat dan merasakan akting dari Adhisty Zara yang selalu aktif, ceria, komunikatif, & penuh gelak tawa, sedangkan saya selama melihat & merasakan akting dari Aisha Nurra Datau yang dingin, pasif, pendiam, & terlalu serius membuat perbedaan dalam film ini.

 

        A.   Berikut Sinopsis Lengkap dari Film ini:

Kisah Bima dan Dara berlanjut. Pasangan suami-istri muda yang dulu menikah karena akibat pergaulan bebas atau seks bebas. Empat tahun berlalu, Dara memutuskan kembali ke Jakarta demi berkumpul dengan keluarga kecilnya, Bima dan Adam. Berpisah sejak Adam lahir, Dara harus berusaha mendekatkan diri dengan sang buah hati meskipun terdapat berbagai masalah dalam rumah tangganya.

Dara belajar untuk menjadi sosok ibu yang berusaha menjalin kedekatan kepada Adam, masalah parenting, masalah komunikasi, kecemburuan, pergolakan ekonomi rumah tangga yang dialami mereka berdua mendesak Dara untuk kembali bekerja ke Korea Selatan, & pencarian pekerjaan tetap untuk Bima ataukah Bima dapat melanjutkan kuliahnya yang terhalangi selama ini.

 

        B.   Karakter-Karakter Penting Dalam Film Ini:

 

1.   Angga Yunanda sebagai Bima, seorang suami dari Dara memiliki fisik tinggi, berkulit sawo matang, sifatnya pendiam, pencemburu, setia, berambut pendek rapi, berwarna hitam, penuh dengan kehidupan sederhana, berbeda status sosial dengan Dara, berjuang menjadi bapak yang bertanggung jawab, dan bekerja sebagai operator permainan anak-anak untuk membiayai anaknya, Adam.

 

2.   Aisha Nurra Datau sebagai Dara, seorang istri dari Bima memiliki fisik tinggi, berkulit putih, bermata cokelat muda, berambut panjang, berwarna hitam, sifatnya pendiam, keras kepala, setia, penuh dengan kehidupan mewah, berbeda status sosial dengan Bima, berjuang untuk sekolah SMA di luar negeri akibat dikeluarkan dari sekolah di Indonesia karena hamil diluar nikah, lalu melanjutkan kuliah di Korea Selatan, bekerja sebagai ahli kimiawi diperusahaan Skincare terkenal di Korea Selatan, memutuskan pulang karena merindukan keluarga kecilnya, belajar untuk mendekatkan diri kepada anaknya yang belum pernah dia temui selama ini, & belajar parenting bersama suaminya, Bima untuk bersama-sama mendidik, mengajar, serta membangun kedekatan keluarga kecilnya.

 

3.   Farrell Rafisqy sebagai Adam, seorang anak kecil berusia 4 tahun, berambut mangkong, berwarna hitam, bertubuh mungil, berpipi gembul, bersuara lucu, karakternya dibagun bebas berdasarkan kondisi usia anaknya tetapi, masih arahan sutradara sebagai karakter yang jujur, ceplas-ceplos, penuh mood swing, pemberani, & sayang pada kedua orang tuanya, Bima sama Dara.

 

4.   Lulu Tobing sebagai Mami Dara, seorang nenek, Adam dari pihak ibu, memiliki fisik sedang, langsing, berkulit putih, bergaya femme fatale, girl boss, memakai model baju model terbaru, jam tangan mewah, tas mewah branded, heels keluaran terbaru, humas hotel mewah, & lebih seperti ibu-ibu yang dominan didalam rumah tangga. Kini menghadapi cobaan perceraian dari suaminya yang mengalami kebangkrutan akibat kasus penipuan bisnis bersama rekannya lalu suaminya kabur, menenangkan diri, bahkan suaminya pergi ke Bali untuk bersemedi.

 

5.   Cut Mini Theo seorang nenek dari pihak bapak, memiliki fisik sedang, kurus, berjilbab, berkulit kuning langsat, bergaya muslimah, girl boss, cerewet, blak-blakan, memakai model baju muslimah, ibu rumah tangga, & lebih seperti ibu-ibu yang pengajian dikampung. Karakternya selalu keras kepala, tidak mau kalah, cerewet, serta supe duper judging ke Dara, tetapi aslinya peduli, sayang sama Bima serta Dara, hingga dia berkata serta bersikap defensive akibat trauma kehamilan muda Dara akibat pergaulan bebas atau seks bebas Bima sama Dara.

 

6.   Arswendy Beningswara sebagai kakek dari pihak bapak, memiliki fisik tinggi, kurus, pendiam, sifatnya ramah, penenang, bergaya sederhana, penyabar, memakai model baju betawi, sepatu selop, bekerja dibengkel reparasi motor, & lebih seperti bapak-bapak pengayom istri. Dia semakin lama semakin bertambah tua sehingga dia menderita penyakit prostat yang membutuhkan biaya rumah sakit yang besar untuk operasinya namun dia tidak pernah menyatakan kepada Bima dan Dara. Dara ketika mengetahui hal tersebut langsung membayar operasi prostat ayahnya Bima ke rumah sakit untuk disembuhkan.

 

7.   Maisha Kanna sebagai Putri, seorang adik perempuan dari Dara, berusia 17 tahun, memiliki fisik sedang, kurus, berambut hitam panjang, berwarna hitam, sifatnya pendiam, pendengar yang tulus, lemah lembut, penurut, memiliki trauma akibat permasalahan perceraian kedua orang tuanya, & skeptis akan pernikahan akibat kasus kehamilan diluar nikah kakaknya serta gejolak rumah tangga keluarganya. Tetapi sayang dan peduli pada Adam, bertengkar dengan Dara karena keegoisan Dara yang ingin bekerja kembali diperusahaan Skincare terkenal Korea Selatan demi menopang ekonomi keluarga, & takut ditinggalkan sendirian tanpa siapapun dipihaknya.

 

        C.   Hikmah Film Ini Yang Dapat Di Ambil, Yakni Sebagai Berikut:

Ketika pasangan yang masih muda memiliki anak diluar nikah tanpa perencanaan yang matang dari segi ekonomi, segi mental, segi logika, hingga segi parenting yang belum memadai akan berdampak pada mereka berdua yang sering cekcok, anak yang tidak dapat diberikan parenting secara layak, & hubungan mereka berdua (pasangan tersebut) dengan keluarga mertua tidak erat karena banyak perbedaan yang mendadak dipertemukan melalui kejadian pergaulan bebas/ seks bebas.

 

        D.  Rating Skor Film Ini:

Saya memberikan rating untuk film Dua Hati Biru tahun 2024 adalah 7 poin. Saya memberikan nilai pas karena banyak permasalahan pada film pertama, yakni: Dua Garis Biru tahun 2019 yang belum terselesaikan, banyak masalah yang ditambahkan pada film kedua, & pemeran film yang berbeda jadi mengubah karakter serta suasana dalam film.

 

        E.   Komentar Untuk Film Ini:

Saya melihat, merasakan, dan berpikir bahwa, inti masalah pada film pertama belum terselesaikan seperti Bima berjanji akan menjadi pria yang bertanggung jawab tetapi Bima masih belum bekerja tetap apalagi melanjutkan kuliahnya, Dara sudah menyelesaikan masa SMA hingga kuliahnya di luar negeri tetapi masih penuh dengan ambisi, egois, serta keras kepala belum bisa berpikir jernih asal memutuskan tanpa memberitahu siapapun, & ditambah masalah para mertua yang semakin kompleks seperti perceraian papi sama mami Dara akibat kasus penipuan bisnis sehingga ekonomi mereka anjlok. Dari sisi Bima juga ayah Bima menderita sakit prostat yang harus dioperasi.

Seharusnya masalah pada film pertama, yakni: Dua Garis Biru tahun 2019 diselesaikan terlebih dahulu jangan ditumpuk/dimunculkan masalah bertubi-tubi lagi. Fokusnya jadi terpecah bukan menyelesaikan tetapi menambah masalah.

Tapi dari segi sinematografinya memang masih bagus, cara pengambilan gambar bersih, setting tempat cocok dengan para karakter, & menyoroti pentingnya kesiapan para orang tua sebelum memiliki seorang anak yang harus dijaga, dirawat, hingga dididik sampai akhir hayat mereka berdua agar tidak menjadi mereka berdua yang melakukan pergaulan bebas/seks bebas.

 



Insert Video: TRAILER FILM DUA HATI BIRU TAHUN 2024

 

Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun