MUSEUM DR. SOETOMO
Bismillahirrahmanirrohim.
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Ayo bersama-sama mengenal dan memahami salah satu warisan budaya dan
sejarah yang sangat berharga di Kota Pahlawan, yaitu Museum Dr. Soetomo di
Surabaya. Museum ini bukanlah sekadar bangunan tua yang menyimpan benda-benda
kuno, melainkan sebuah pusat edukasi, inspirasi, dan refleksi sejarah yang
didirikan untuk mengenang jasa-jasa luhur Dr. Soetomo, salah satu pahlawan
nasional yang telah berjuang dengan gigih demi kemajuan bangsa Indonesia.
Melalui deskripsi ini, kami akan mengajak Anda untuk menjelajahi museum ini
secara utuh dari berbagai aspek, mulai dari definisi, tokoh di baliknya, waktu
pendirian, lokasi strategis, hingga proses pembangunan dan alasan filosofis
yang mendasarinya.
Museum Dr. Soetomo di Surabaya berlokasi di alamat
yang sangat strategis dan mudah dijangkau, yaitu di Jalan Bubutan Nomor 1–3,
Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa
Timur. Lokasi ini berada di kawasan pusat kota yang bersejarah, tidak jauh dari
Taman Apsari, Monumen Bambu Runcing, dan Balai Kota Surabaya. Dengan letak yang
sentral ini, museum dapat dikunjungi dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi
maupun transportasi umum.
Museum Dr. Soetomo di Surabaya adalah sebuah museum
khusus yang didirikan sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian sejarah
perjuangan Dr. Soetomo, seorang tokoh pergerakan nasional yang lahir pada
tanggal 30 Juli 1888 di Desa Ngepeh, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dr. Soetomo
dikenal luas sebagai pendiri organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908,
yang menjadi tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia.
Gagasan cemerlang untuk mendirikan Museum Dr. Soetomo
di Surabaya lahir dari inisiatif mulia Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama
dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta keluarga besar Dr. Soetomo dan para
pemerhati sejarah. Ide ini muncul dari kesadaran kolektif bahwa Kota Surabaya,
sebagai salah satu pusat pergerakan nasional dan kota kelahiran semangat
kebangkitan, sudah sepantasnya memiliki sebuah museum khusus yang mengabadikan
nama besar Dr. Soetomo. Dengan penuh semangat gotong royong dan kecintaan
terhadap sejarah bangsa, berbagai pihak bersatu padu mewujudkan museum ini agar
generasi muda dapat belajar langsung dari jejak langkah sang pahlawan.
Proses desain dan perancangan arsitektur Museum Dr.
Soetomo di Surabaya dipercayakan kepada tim arsitek profesional yang
berkompeten di bidangnya, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) Kota Surabaya bersama dengan konsultan arsitektur yang ditunjuk secara
resmi. Para arsitek bekerja dengan penuh dedikasi, ketelitian, dan rasa
tanggung jawab untuk mempertahankan keaslian bangunan cagar budaya yang telah
ada, sembari menyesuaikannya dengan fungsi baru sebagai museum modern yang
representatif. Desain yang dihasilkan merupakan perpaduan harmonis antara
pelestarian nilai-nilai historis bangunan lama dengan kebutuhan fungsional
museum masa kini.
Pembangunan Museum Dr. Soetomo di Surabaya secara
resmi dimulai pada tanggal 20 Mei 2016, sebuah tanggal yang sangat simbolis
karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Pemilihan tanggal ini
bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah penghormatan yang mendalam terhadap
Dr. Soetomo sebagai Bapak Kebangkitan Nasional. Dengan semangat yang membara,
proses pembangunan pun dimulai dengan doa dan harapan agar museum ini kelak
menjadi sumber inspirasi bagi bangsa.
Setelah melalui proses pembangunan yang penuh
tantangan dan dedikasi selama kurang lebih satu tahun, pembangunan fisik Museum
Dr. Soetomo di Surabaya akhirnya dinyatakan selesai dan rampung pada
pertengahan tahun 2017. Proses ini meliputi renovasi total bangunan cagar
budaya, penataan ruang pamer, pembuatan diorama, serta pengadaan dan kurasi
koleksi-koleksi berharga.
Proses pembangunan Museum Dr. Soetomo di Surabaya
dilaksanakan dengan penuh perencanaan yang matang, dedikasi yang tinggi, serta
rasa tanggung jawab terhadap pelestarian sejarah. Tahapan pembangunannya
meliputi:
- Tahap
Perencanaan dan Persiapan (2015–2016): Meliputi studi kelayakan,
pengumpulan data sejarah, inventarisasi koleksi, serta penyusunan
rancangan anggaran dan desain.
- Tahap
Renovasi Bangunan (2016–2017): Bangunan cagar budaya yang telah ada
direnovasi total dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur aslinya.
Proses ini meliputi perbaikan struktur bangunan, pengecatan ulang,
perbaikan atap, lantai, jendela, dan pintu, serta instalasi listrik dan
sistem keamanan.
- Tahap
Penataan Interior dan Kurasi Koleksi (2017): Ruang-ruang pamer ditata
secara profesional oleh tim kurator sejarah. Koleksi diklasifikasikan,
diberi label, dan ditempatkan sesuai dengan alur tematik yang telah
dirancang. Diorama dan panel informasi dibuat dengan detail dan akurat.
- Tahap Uji
Coba dan Persiapan Peresmian (Akhir 2017): Sebelum diresmikan, museum
diuji coba fungsinya, termasuk sistem pencahayaan, tata udara, dan
keamanan. Para pemandu museum juga dilatih untuk memberikan pelayanan
terbaik kepada pengunjung.
Adapun gaya desain bangunan Museum Dr. Soetomo di
Surabaya mengusung arsitektur kolonial Belanda yang kokoh, simetris, dan
elegan, dipadukan dengan sentuhan gaya Indische atau gaya Hindia Belanda yang
khas. Ciri-ciri gaya desain ini meliputi:
- Jendela dan
pintu yang tinggi dan lebar untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan
pencahayaan alami, mengingat iklim tropis di Surabaya.
- Dinding
tembok yang tebal dengan plesteran halus bercat putih atau krem,
memberikan kesan bersih, agung, dan berwibawa.
- Atap
berbentuk limasan atau perisai dengan genteng tanah liat, mencerminkan
adaptasi arsitektur Eropa terhadap kondisi lokal.
- Teras depan
yang luas dengan pilar-pilar kokoh bergaya Yunani atau Romawi klasik,
menciptakan area transisi yang teduh dan nyaman antara ruang luar dan
ruang dalam.
- Lantai
marmer atau tegel bermotif khas zaman kolonial yang artistik dan bernilai
seni tinggi.
- Tata ruang
yang teratur dan simetris, dengan koridor panjang yang menghubungkan
ruang-ruang pamer, mencerminkan keteraturan dan nilai-nilai kedisiplinan.
Puncak dari seluruh rangkaian panjang pembangunan
adalah peresmian pembukaan Museum Dr. Soetomo di Surabaya untuk umum, yang
dilaksanakan pada tanggal 25 November 2017. Hari yang penuh kebahagiaan dan
kebanggaan ini menjadi titik awal bagi museum untuk berfungsi secara aktif
sebagai pusat edukasi, wisata sejarah, dan ruang publik yang mencerdaskan.
Museum Dr. Soetomo di Surabaya diresmikan dengan penuh khidmat dan kebanggaan oleh Bapak Drs. H. Tri Rismaharini, M.T., yang pada saat itu menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Peresmian ini merupakan momen bersejarah yang menandai dimulainya babak baru bagi pelestarian sejarah di Kota Surabaya. Dengan tangan terbuka dan hati yang penuh rasa syukur, Ibu Risma secara resmi membuka museum ini untuk umum, mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk datang, belajar, dan terinspirasi oleh perjuangan Dr. Soetomo.
Museum ini menyimpan, merawat, memamerkan, dan
mengkaji berbagai koleksi yang berkaitan erat dengan kehidupan, perjuangan,
pemikiran, serta karya-karya Dr. Soetomo. Koleksi yang dapat ditemukan di dalam
museum ini meliputi:
- Benda-Benda
Pribadi Dr. Soetomo, seperti pakaian, topi, kacamata, tongkat, hingga
tempat tidur dan perabot rumah tangga yang pernah beliau gunakan
sehari-hari.
- Dokumen dan
Arsip Sejarah, mencakup surat-surat pribadi, catatan tangan, buku-buku
bacaan, piagam penghargaan, serta dokumen-dokumen penting lainnya yang
berkaitan dengan pergerakan Budi Utomo.
- Foto dan
Lukisan, berupa koleksi foto dokumentasi perjalanan hidup Dr. Soetomo,
potret tokoh-tokoh pergerakan nasional, serta lukisan yang menggambarkan
momen-momen bersejarah.
- Pustaka dan
Referensi, yaitu perpustakaan mini yang menyediakan berbagai buku, jurnal,
dan majalah sejarah yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa,
peneliti, dan masyarakat umum.
- Diorama dan
Panel Informasi, yang menyajikan narasi sejarah secara visual dan
kronologis, mulai dari masa kecil Dr. Soetomo, masa pendidikan di STOVIA
(School tot Opleiding van Indische Artsen), pendirian Budi Utomo, hingga
kiprah beliau di dunia kesehatan dan politik.
Penataan letak benda-benda dan koleksi di Museum Dr.
Soetomo di Surabaya disusun secara cermat, sistematis, dan tematik agar
pengunjung dapat menikmati alur cerita sejarah yang runtut. Berikut adalah
gambaran tata letaknya:
- Ruang Pamer
Utama (Lantai 1): Menyajikan koleksi benda-benda pribadi Dr. Soetomo,
seperti pakaian, perabot rumah tangga, dan peralatan kedokteran. Di ruang
ini juga terdapat diorama suasana STOVIA dan momen pendirian Budi Utomo.
- Ruang Pamer
Dokumentasi (Lantai 1): Berisi panel-panel foto sejarah yang dipajang
secara kronologis, menjelaskan perjalanan hidup Dr. Soetomo dari masa
kecil hingga akhir hayatnya.
- Ruang
Perpustakaan (Lantai 2): Menyediakan koleksi buku, jurnal, dan referensi
sejarah yang dapat dibaca di tempat oleh para pengunjung.
- Ruang
Audiovisual (Lantai 2): Dilengkapi dengan layar dan perangkat multimedia
untuk memutar film dokumenter pendek tentang perjuangan Dr. Soetomo dan
sejarah Budi Utomo.
- Ruang Pamer
Temporer: Digunakan untuk pameran khusus yang diselenggarakan secara
berkala dengan tema-tema sejarah dan budaya yang relevan.
Setiap koleksi dilengkapi dengan label informasi
berbahasa Indonesia dan Inggris yang jelas dan informatif, sehingga pengunjung
dapat belajar secara mandiri.
Demi kenyamanan para pengunjung yang datang membawa
kendaraan, Museum Dr. Soetomo di Surabaya menyediakan area parkir yang cukup
memadai. Area parkir kendaraan bermotor tersedia di halaman depan dan samping
museum yang cukup luas untuk menampung sepeda motor dan mobil. Selain itu, di
sekitar kawasan museum juga terdapat tempat parkir umum yang dapat
dimanfaatkan, terutama pada saat hari libur atau acara-acara khusus. Petugas
parkir yang ramah dan sigap selalu siap membantu pengunjung untuk memperoleh tempat
parkir yang aman dan nyaman.
Museum Dr. Soetomo di Surabaya dilakukan melalui
pendekatan yang partisipatif, artistik, dan historis untuk menampilkan
keorisinalitas bangunan zaman Belanda, mengenang masa kehidupan Dr. Soetomo
serta istrinya, & menulsuri kisah perjuangan beliau bersama istrinya
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sebagai berikut:
- Sejarah
bangunan: Bangunan asli yang digunakan adalah rumah tinggal bersejarah
bergaya kolonial yang sarat akan nilai arsitektur.
- Filosofi
Dr. Soetomo: Nilai-nilai perjuangan, pendidikan, dan pengabdian beliau
dijadikan inspirasi dalam desain tata ruang dan elemen visual museum.
- Kebutuhan
pengunjung: Desain dibuat ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang
disabilitas, dengan menyediakan jalur kursi roda dan rambu-rambu yang
jelas.
Hasil akhirnya adalah desain yang memadukan antara
pelestarian bangunan cagar budaya dengan fungsi modern museum, menciptakan
ruang yang nyaman, informatif, dan inspiratif.
Insert Video: Video
Perjalanan ke Museum Dr. Soetomo di Surabaya
Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan
manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita
karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon
maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuh.
"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara
tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa
melupakan."






0 Komentar
Berkomentarlah dengan sopan dan santun