MUSEUM DR. SOETOMO

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Selasa, Juni 30, 2026


Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Ayo bersama-sama mengenal dan memahami salah satu warisan budaya dan sejarah yang sangat berharga di Kota Pahlawan, yaitu Museum Dr. Soetomo di Surabaya. Museum ini bukanlah sekadar bangunan tua yang menyimpan benda-benda kuno, melainkan sebuah pusat edukasi, inspirasi, dan refleksi sejarah yang didirikan untuk mengenang jasa-jasa luhur Dr. Soetomo, salah satu pahlawan nasional yang telah berjuang dengan gigih demi kemajuan bangsa Indonesia. Melalui deskripsi ini, kami akan mengajak Anda untuk menjelajahi museum ini secara utuh dari berbagai aspek, mulai dari definisi, tokoh di baliknya, waktu pendirian, lokasi strategis, hingga proses pembangunan dan alasan filosofis yang mendasarinya.



Museum Dr. Soetomo di Surabaya berlokasi di alamat yang sangat strategis dan mudah dijangkau, yaitu di Jalan Bubutan Nomor 1–3, Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini berada di kawasan pusat kota yang bersejarah, tidak jauh dari Taman Apsari, Monumen Bambu Runcing, dan Balai Kota Surabaya. Dengan letak yang sentral ini, museum dapat dikunjungi dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.



Museum Dr. Soetomo di Surabaya adalah sebuah museum khusus yang didirikan sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian sejarah perjuangan Dr. Soetomo, seorang tokoh pergerakan nasional yang lahir pada tanggal 30 Juli 1888 di Desa Ngepeh, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dr. Soetomo dikenal luas sebagai pendiri organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, yang menjadi tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia.



Gagasan cemerlang untuk mendirikan Museum Dr. Soetomo di Surabaya lahir dari inisiatif mulia Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta keluarga besar Dr. Soetomo dan para pemerhati sejarah. Ide ini muncul dari kesadaran kolektif bahwa Kota Surabaya, sebagai salah satu pusat pergerakan nasional dan kota kelahiran semangat kebangkitan, sudah sepantasnya memiliki sebuah museum khusus yang mengabadikan nama besar Dr. Soetomo. Dengan penuh semangat gotong royong dan kecintaan terhadap sejarah bangsa, berbagai pihak bersatu padu mewujudkan museum ini agar generasi muda dapat belajar langsung dari jejak langkah sang pahlawan.



Proses desain dan perancangan arsitektur Museum Dr. Soetomo di Surabaya dipercayakan kepada tim arsitek profesional yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Surabaya bersama dengan konsultan arsitektur yang ditunjuk secara resmi. Para arsitek bekerja dengan penuh dedikasi, ketelitian, dan rasa tanggung jawab untuk mempertahankan keaslian bangunan cagar budaya yang telah ada, sembari menyesuaikannya dengan fungsi baru sebagai museum modern yang representatif. Desain yang dihasilkan merupakan perpaduan harmonis antara pelestarian nilai-nilai historis bangunan lama dengan kebutuhan fungsional museum masa kini.



Pembangunan Museum Dr. Soetomo di Surabaya secara resmi dimulai pada tanggal 20 Mei 2016, sebuah tanggal yang sangat simbolis karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Pemilihan tanggal ini bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah penghormatan yang mendalam terhadap Dr. Soetomo sebagai Bapak Kebangkitan Nasional. Dengan semangat yang membara, proses pembangunan pun dimulai dengan doa dan harapan agar museum ini kelak menjadi sumber inspirasi bagi bangsa.

Setelah melalui proses pembangunan yang penuh tantangan dan dedikasi selama kurang lebih satu tahun, pembangunan fisik Museum Dr. Soetomo di Surabaya akhirnya dinyatakan selesai dan rampung pada pertengahan tahun 2017. Proses ini meliputi renovasi total bangunan cagar budaya, penataan ruang pamer, pembuatan diorama, serta pengadaan dan kurasi koleksi-koleksi berharga.

Proses pembangunan Museum Dr. Soetomo di Surabaya dilaksanakan dengan penuh perencanaan yang matang, dedikasi yang tinggi, serta rasa tanggung jawab terhadap pelestarian sejarah. Tahapan pembangunannya meliputi:

  1. Tahap Perencanaan dan Persiapan (2015–2016): Meliputi studi kelayakan, pengumpulan data sejarah, inventarisasi koleksi, serta penyusunan rancangan anggaran dan desain.
  2. Tahap Renovasi Bangunan (2016–2017): Bangunan cagar budaya yang telah ada direnovasi total dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur aslinya. Proses ini meliputi perbaikan struktur bangunan, pengecatan ulang, perbaikan atap, lantai, jendela, dan pintu, serta instalasi listrik dan sistem keamanan.
  3. Tahap Penataan Interior dan Kurasi Koleksi (2017): Ruang-ruang pamer ditata secara profesional oleh tim kurator sejarah. Koleksi diklasifikasikan, diberi label, dan ditempatkan sesuai dengan alur tematik yang telah dirancang. Diorama dan panel informasi dibuat dengan detail dan akurat.
  4. Tahap Uji Coba dan Persiapan Peresmian (Akhir 2017): Sebelum diresmikan, museum diuji coba fungsinya, termasuk sistem pencahayaan, tata udara, dan keamanan. Para pemandu museum juga dilatih untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

Adapun gaya desain bangunan Museum Dr. Soetomo di Surabaya mengusung arsitektur kolonial Belanda yang kokoh, simetris, dan elegan, dipadukan dengan sentuhan gaya Indische atau gaya Hindia Belanda yang khas. Ciri-ciri gaya desain ini meliputi:

  • Jendela dan pintu yang tinggi dan lebar untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami, mengingat iklim tropis di Surabaya.
  • Dinding tembok yang tebal dengan plesteran halus bercat putih atau krem, memberikan kesan bersih, agung, dan berwibawa.
  • Atap berbentuk limasan atau perisai dengan genteng tanah liat, mencerminkan adaptasi arsitektur Eropa terhadap kondisi lokal.
  • Teras depan yang luas dengan pilar-pilar kokoh bergaya Yunani atau Romawi klasik, menciptakan area transisi yang teduh dan nyaman antara ruang luar dan ruang dalam.
  • Lantai marmer atau tegel bermotif khas zaman kolonial yang artistik dan bernilai seni tinggi.
  • Tata ruang yang teratur dan simetris, dengan koridor panjang yang menghubungkan ruang-ruang pamer, mencerminkan keteraturan dan nilai-nilai kedisiplinan.

Puncak dari seluruh rangkaian panjang pembangunan adalah peresmian pembukaan Museum Dr. Soetomo di Surabaya untuk umum, yang dilaksanakan pada tanggal 25 November 2017. Hari yang penuh kebahagiaan dan kebanggaan ini menjadi titik awal bagi museum untuk berfungsi secara aktif sebagai pusat edukasi, wisata sejarah, dan ruang publik yang mencerdaskan.

Museum Dr. Soetomo di Surabaya diresmikan dengan penuh khidmat dan kebanggaan oleh Bapak Drs. H. Tri Rismaharini, M.T., yang pada saat itu menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Peresmian ini merupakan momen bersejarah yang menandai dimulainya babak baru bagi pelestarian sejarah di Kota Surabaya. Dengan tangan terbuka dan hati yang penuh rasa syukur, Ibu Risma secara resmi membuka museum ini untuk umum, mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk datang, belajar, dan terinspirasi oleh perjuangan Dr. Soetomo.

Museum ini menyimpan, merawat, memamerkan, dan mengkaji berbagai koleksi yang berkaitan erat dengan kehidupan, perjuangan, pemikiran, serta karya-karya Dr. Soetomo. Koleksi yang dapat ditemukan di dalam museum ini meliputi:

  1. Benda-Benda Pribadi Dr. Soetomo, seperti pakaian, topi, kacamata, tongkat, hingga tempat tidur dan perabot rumah tangga yang pernah beliau gunakan sehari-hari.
  2. Dokumen dan Arsip Sejarah, mencakup surat-surat pribadi, catatan tangan, buku-buku bacaan, piagam penghargaan, serta dokumen-dokumen penting lainnya yang berkaitan dengan pergerakan Budi Utomo.
  3. Foto dan Lukisan, berupa koleksi foto dokumentasi perjalanan hidup Dr. Soetomo, potret tokoh-tokoh pergerakan nasional, serta lukisan yang menggambarkan momen-momen bersejarah.
  4. Pustaka dan Referensi, yaitu perpustakaan mini yang menyediakan berbagai buku, jurnal, dan majalah sejarah yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.
  5. Diorama dan Panel Informasi, yang menyajikan narasi sejarah secara visual dan kronologis, mulai dari masa kecil Dr. Soetomo, masa pendidikan di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), pendirian Budi Utomo, hingga kiprah beliau di dunia kesehatan dan politik.

Penataan letak benda-benda dan koleksi di Museum Dr. Soetomo di Surabaya disusun secara cermat, sistematis, dan tematik agar pengunjung dapat menikmati alur cerita sejarah yang runtut. Berikut adalah gambaran tata letaknya:

  1. Ruang Pamer Utama (Lantai 1): Menyajikan koleksi benda-benda pribadi Dr. Soetomo, seperti pakaian, perabot rumah tangga, dan peralatan kedokteran. Di ruang ini juga terdapat diorama suasana STOVIA dan momen pendirian Budi Utomo.
  2. Ruang Pamer Dokumentasi (Lantai 1): Berisi panel-panel foto sejarah yang dipajang secara kronologis, menjelaskan perjalanan hidup Dr. Soetomo dari masa kecil hingga akhir hayatnya.
  3. Ruang Perpustakaan (Lantai 2): Menyediakan koleksi buku, jurnal, dan referensi sejarah yang dapat dibaca di tempat oleh para pengunjung.
  4. Ruang Audiovisual (Lantai 2): Dilengkapi dengan layar dan perangkat multimedia untuk memutar film dokumenter pendek tentang perjuangan Dr. Soetomo dan sejarah Budi Utomo.
  5. Ruang Pamer Temporer: Digunakan untuk pameran khusus yang diselenggarakan secara berkala dengan tema-tema sejarah dan budaya yang relevan.

Setiap koleksi dilengkapi dengan label informasi berbahasa Indonesia dan Inggris yang jelas dan informatif, sehingga pengunjung dapat belajar secara mandiri.

Demi kenyamanan para pengunjung yang datang membawa kendaraan, Museum Dr. Soetomo di Surabaya menyediakan area parkir yang cukup memadai. Area parkir kendaraan bermotor tersedia di halaman depan dan samping museum yang cukup luas untuk menampung sepeda motor dan mobil. Selain itu, di sekitar kawasan museum juga terdapat tempat parkir umum yang dapat dimanfaatkan, terutama pada saat hari libur atau acara-acara khusus. Petugas parkir yang ramah dan sigap selalu siap membantu pengunjung untuk memperoleh tempat parkir yang aman dan nyaman.

Museum Dr. Soetomo di Surabaya dilakukan melalui pendekatan yang partisipatif, artistik, dan historis untuk menampilkan keorisinalitas bangunan zaman Belanda, mengenang masa kehidupan Dr. Soetomo serta istrinya, & menulsuri kisah perjuangan beliau bersama istrinya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sebagai berikut:

  • Sejarah bangunan: Bangunan asli yang digunakan adalah rumah tinggal bersejarah bergaya kolonial yang sarat akan nilai arsitektur.
  • Filosofi Dr. Soetomo: Nilai-nilai perjuangan, pendidikan, dan pengabdian beliau dijadikan inspirasi dalam desain tata ruang dan elemen visual museum.
  • Kebutuhan pengunjung: Desain dibuat ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, dengan menyediakan jalur kursi roda dan rambu-rambu yang jelas.

Hasil akhirnya adalah desain yang memadukan antara pelestarian bangunan cagar budaya dengan fungsi modern museum, menciptakan ruang yang nyaman, informatif, dan inspiratif.

 


Insert Video: Video Perjalanan ke Museum Dr. Soetomo di Surabaya

 

Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa melupakan."

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun