ULASAN FILM THE KID WHO WOULD BE KING TAHUN 2019

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Senin, Juni 29, 2026


 

Judul Film

The Kid Who Would Be King

Asal Film

Inggris

Durasi Film

2 Jam

Jenis Film

Petualangan, Fantasi, Aksi, Keluarga

Sutradara Film

Joe Cornish

Penulis Film

Joe Cornish

Studio Film

20th Century Fox, Working Title Films, & Big Talk Pictures

Tahun Rilis Film

2019

Pemain Film

Louis Ashbourne Serkis, Dean Chaumoo, Tom Taylor, Rhianna Dorris, Angus Imrie, Rebecca Ferguson, Patrick Stewart, & Denise Gough

Estimasi Biaya

59.000.000 Juta Dollar US

Keuntungan Penjualan

32.100.000 Juta Dollar US

Penilaian Cinemascore

A-

Penilaian IMDB

6,1 Poin / 10 Poin

Penilaian Rotten Tomatoes

🍅 89% / 100% Tomatometer dari Penilaian Kritikus Film Professional & 72% / 100% Popcornmeter dari Penilaian Penonton Biasa

Penilaian Themovie (TMDB)

62% / 100% dari Skor Pengguna

Pengulas

Aisyah Nur Rahmah Febriani

Website

 

belajarmenjadigurusejati.blogspot.com

 

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Film The Kid Who Would Be King tahun 2019 adalah sebuah film yang layak untuk diulas dan ditonton karena beberapa alasan yang sangat kuat karena film ini menghadirkan kisah petualangan epik yang dibalut dengan sentuhan modern, menggabungkan legenda Raja Arthur yang abadi dengan kehidupan anak sekolah zaman sekarang. Konsep ini sangat segar dan unik karena kita bisa membayangkan seorang anak SMP biasa yang tiba-tiba harus menyandang tanggung jawab sebesar seorang raja legendaris.

Film ini membawa pesan moral yang sangat kuat tentang keberanian, persahabatan, dan keteguhan hati. Di tengah maraknya film-film yang penuh kekerasan dan konten dewasa, film ini menjadi oase yang menyejukkan bagi keluarga dan anak-anak.

Film ini disutradarai oleh Joe Cornish, yang sebelumnya sukses dengan film Attack the Block (2011). Ia mampu meramu petualangan seru dengan humor cerdas yang pas untuk segala usia.

Penampilan para aktor muda yang luar biasa berbakat, terutama Louis Ashbourne Serkis (putra dari aktor legendaris Andy Serkis) yang berhasil membawakan karakter Alex Elliot dengan sangat meyakinkan dan menggemaskan.

Film ini mengajarkan bahwa kepahlawanan tidak mengenal usia. Seorang anak berusia 12 tahun pun bisa menjadi pahlawan jika ia memiliki hati yang tulus, keberanian, dan keteguhan untuk melakukan hal yang benar.

 

        A.  Sinopsis Lengkap Film "The Kid Who Would Be King" (2019)

The Kid Who Would Be King mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Alex Elliot (Louis Ashbourne Serkis), seorang siswa SMP biasa yang tinggal di London bersama ibunya. Alex sering menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah oleh seorang kakak kelas bernama Lance (Tom Taylor) dan gengnya yang suka semena-mena.

Suatu hari, saat melarikan diri dari kejaran para pembully, Alex secara tidak sengaja menemukan sebuah pedang kuno yang tertancap di sebuah batu di sebuah lokasi konstruksi. Tanpa diduga, Alex berhasil mencabut pedang tersebut dari batu yang kemudian menjadi sebuah peristiwa yang mengguncang dunianya. Pedang itu tidak lain adalah Excalibur, pedang legendaris milik Raja Arthur.

Ternyata, dunia sedang berada dalam ancaman besar. Morgana (Rebecca Ferguson), saudara tiri Raja Arthur sekaligus penyihir jahat yang telah dikurung ribuan tahun lamanya, mulai bangkit kembali dan mengirimkan pasukan kegelapan untuk menguasai dunia. Hanya keturunan Raja Arthur yang bisa menghentikannya, dan Alex ternyata Adalah keturunan langsung dari Raja Arthur.

Tak lama kemudian, muncullah Merlin (Angus Imrie), seorang penyihir muda yang sebenarnya adalah versi muda dari penyihir legendaris Merlin (yang versi tuanya diperankan oleh Patrick Stewart). Merlin datang untuk membimbing Alex dan teman-temannya dalam menghadapi ancaman Morgana.

 

        B.  Karakter-Karakter Penting Dalam Film Ini

 

1.   Alex Elliot (Louis Ashbourne Serkis):

Alex adalah protagonis utama film ini. Ia digambarkan sebagai anak yang cerdas, baik hati, tetapi kurang percaya diri akibat sering menjadi korban perundungan. Alex tinggal hanya bersama ibunya karena ayahnya telah meninggalkan mereka. Perjalanannya dari seorang anak yang merasa tidak berdaya menjadi seorang pemimpin pemberani adalah inti dari kisah ini. Ia mewarisi sifat-sifat mulia Raja Arthur: keadilan, keberanian, dan kerendahan hati. Louis Ashbourne Serkis, yang merupakan putra dari aktor Andy Serkis (Gollum dalam Lord of the Rings), menampilkan akting yang sangat natural dan memikat.

 

2.   Bedders (Dean Chaumoo):

Bedders adalah karakter yang loyal, cerdas, dan penuh semangat. Ia adalah seorang kutu buku yang sangat ahli dalam sejarah, khususnya legenda Raja Arthur dan para Ksatria Meja Bundar. Pengetahuannya yang luas menjadi senjata utama dalam membantu kelompok mereka merencanakan strategi. Bedders juga adalah sosok yang setia kawan karena ia selalu mendukung Alex apa pun yang terjadi, bahkan ketika situasi terlihat mustahil. Karakternya mengajarkan bahwa kecerdasan dan kesetiaan adalah kekuatan yang luar biasa.

 

3.   Lance (Tom Taylor):

Lance adalah seorang kakak kelas yang awalnya menjadi antagonis utama di sekolah. Ia bersama gengnya sering merundung Alex dan Bedders. Namun, setelah bergabung dalam perjuangan melawan Morgana, Lance mengalami transformasi karakter yang signifikan. Ia belajar bahwa menjadi kuat bukan berarti menindas yang lemah, melainkan melindungi mereka. Nama "Lance" sendiri jelas merupakan kiasan dari Sir Lancelot, ksatria paling terkenal dalam legenda Arthur. Perjalanan Lance dari musuh menjadi sahabat adalah salah satu alur karakter terbaik dalam film ini.

 

4.   Kaye (Rhianna Dorris):

Kaye adalah teman sekelas Alex yang awalnya bergabung dengan kelompok Lance dalam merundung Alex. Namun, Kaye memiliki hati yang lebih baik daripada yang ia tunjukkan di permukaan. Setelah bergabung dalam misi melawan Morgana, Kaye menunjukkan keberanian dan ketangguhan yang luar biasa. Ia tidak segan-segan menghadapi para makhluk kegelapan dengan penuh semangat. Karakter Kaye mewakili perempuan kuat dan mandiri yang tidak mau ketinggalan dalam pertempuran dan membuktikan bahwa ksatria tidak selalu laki-laki.

 

5.   Merlin (Angus Imrie untuk Merlin Muda & Patrick Stewart untuk Merlin Tua):

Merlin mudah yang menyadari kebangkitan Morgana akhirnya keluar & menuju keturunan terakhir Raja Arthur demi menyelamatkan dunia. Dia pun rela menyamar menjadi siswa kelas 11 SMA tersebut.

Pertemuan pun terjadi tetapi Alex menganggapnya seorang kakak kelas laki-laki yang aneh, eksentrik, & peuh khayalan. Dia pun tidak menyerah lalu menunjukkan kemampuan sihirnya di depan Alex & Bedder.

 

6.   Rebecca Ferguson (Morgana):

Morgana telah mengetahui keberadaan pedang Excalibur ada di belahan bumi Eropa pun seketika merencanakan untuk mencari & menguasai pedang Excalibur.

Dia pun mengerahkan seluruh kekuatan jahatnya untuk bangun, mencari pada malam hari pedang Excalibur, & menghancurkan siapapun yang membawa pedang Excalibur tersebut.

Wujud terburuk Morgana pun keluar saat pertarungan terjadi demi membunuh Alex, Bedder, Lance, Kaye, & Merlin.

 

7.   Denise Gough (Ibu Alex):

Ibu Alex yang telah lama menjaga, merawat, & membesarkan Alex sendiri pun merasa curiga & khawatir akan kelakuan aneh anaknya, Alex. Dia sering melihat Alex berbicara sendiri, menyendiri dikamarnya, & mengetahui Alex sering bolos sekolah dari guru Alex.

Ia pun mengonfrontasi Alex untuk berbicara jujur, mengatakan tujuannya apa atas kelakuannya yang mengkhawatirkan beberapa hari ini, & hal tersebut membuat mereka berdua bertengkar hebat sehingga Alex kabur membawa pedang Excalibur.

 

        C.   Hikmah Film The Kid Who Would Be King Tahun 2019 Yang Dapat Diambil

 

Film ini bukan sekadar tontonan petualangan biasa, melainkan sarat akan pesan moral yang mendalam dan relevan untuk segala usia. Alex, seorang anak biasa yang sering dibully, justru dipilih menjadi penerus Raja Arthur. Ini mengajarkan bahwa kepahlawanan tidak lahir dari kekuatan fisik, melainkan dari keberanian hati. Kita diajak untuk tidak gentar menghadapi tantangan, sekecil apa pun diri kita merasa.

Alex tidak bisa sendirian. Ia membutuhkan teman-temannya yang awalnya saling berselisih untuk bersatu melawan Morgana. Ini menjadi alegori kuat bahwa perbedaan dan pertikaian kecil di antara kita hanya akan melemahkan. Hanya dengan bersatu dan saling percaya, kita dapat mengalahkan kejahatan yang jauh lebih besar.

Pedang Excalibur hanya dapat dicabut oleh mereka yang hatinya murni. Ini mengajarkan bahwa kekuasaan dan kehormatan bukanlah tujuan, melainkan amanah. Orang yang tulus, jujur, dan memiliki niat baiklah yang layak memegang tanggung jawab besar.

Konsep bahwa "Legenda Menjadi Kenyataan" mengingatkan kita bahwa sejarah dan nilai-nilai luhur masa lalu harus dihidupkan kembali untuk menghadapi masalah masa kini. Jangan pernah meremehkan kekayaan budaya dan cerita dari generasi sebelumnya.

Sama seperti permainan catur dalam film, setiap langkah salah adalah pelajaran. Alex dan teman-temannya mengalami banyak kemunduran, namun mereka tidak menyerah. Ini mengajarkan resiliensi, yang bermakna kemampuan bertahan untuk bangkit kembali setelah jatuh.

 

        D.  Rating Skor Film The Kid Who Would Be King Tahun 2019

Berdasarkan agregasi dari berbagai sumber kritikus film dan pengamat perfilman, berikut adalah rating yang dapat menjadi acuan:

 

Platform

Rating Skor

Keterangan

Rotten Tomatoes (Tomatometer)

89% (Fresh)

Mendapatkan predikat segar dari para kritikus, yang berarti secara umum film ini direkomendasikan.

Rotten Tomatoes (Audience Score)

72% (Liked It)

Penonton umum juga memberikan respons positif, terutama dari kalangan keluarga dan anak-anak.

IMDb

6.1 Poin / 10 Poin

Skor ini cukup solid untuk kategori film petualangan keluarga.

Common Sense Media

4 Poin / 5 Poin

Direkomendasikan untuk usia 8 tahun ke atas. Dinilai sangat baik dari segi pesan positif dan peran model.

 

Secara umum, film ini mendapat sambutan yang hangat. Meskipun bukan film blockbuster dengan skor sempurna, kualitas cerita, akting, dan pesan moralnya diakui sangat baik oleh kritikus (87% Fresh di Rotten Tomattoes). Ini adalah tontonan keluarga yang layak disaksikan.

 

        E.   Komentar Untuk Film The Kid Who Would Be King Tahun 2019

 

Film ini adalah sebuah napas segar di tengah gempuran film-film superhero dewasa yang sarat akan kekerasan. The Kid Who Would Be King berhasil membawa pulang esensi dari mitos Raja Arthur ke dalam setting sekolah modern di Inggris dengan cara yang cerdas, lucu, dan mengharukan.

Saya sangat mengapresiasi bagaimana sutradara Joe Cornish mampu menyeimbangkan antara elemen fantasi (seperti monster, sihir, dan ksatria) dengan realita keseharian anak remaja (seperti tekanan akademik, bullying, dan pertemanan). Hasilnya adalah sebuah film yang terasa relevan dan mudah dicerna oleh penonton muda, namun tetap memiliki kedalaman cerita yang bisa dinikmati oleh orang dewasa.

Adegan-adegannya dikemas dengan ringan tetapi tidak kehilangan greget. Chemistry antara para aktor muda, terutama Louis Ashbourne Serkis sebagai Alex dan Dean Chaumoo sebagai Bedders, sangat natural dan mengundang simpati. Penggambaran karakter 'Lance' dan 'Kay' versi modern juga berhasil menjadi sumber humor yang segar tanpa terkesan berlebihan.

Yang paling membekas adalah pesan bahwa "Setiap Anak Memiliki Potensi Untuk Menjadi Raja Atau Ratu Bagi Dunianya Sendiri." Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan benih keberanian, integritas, dan persahabatan. Saya rasa, inilah film yang tepat untuk ditonton bersama adik, anak, atau keponakan untuk memicu diskusi tentang kebaikan hati dan arti menjadi seorang pemimpin sejati.

 




Insert Video: TRAILER FILM THE KID WHO WOULD BE KING TAHUN 2019

 

Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

 

"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa melupakan."

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun