MUSEUM SURABAYA

By Aisyah Nur Rahmah Febriani - Senin, Juli 06, 2026

 

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, museum Surabaya adalah sebuah museum yang terletak di jantung Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Tunjungan Nomor 1-3, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng. Museum ini menempati gedung bersejarah eks-SIOLA yang dulunya bernama Whiteaway Laidlaw, sebuah bangunan cagar budaya yang telah berdiri sejak tahun 1877. Museum Surabaya berfungsi sebagai pusat dokumentasi, edukasi, dan pelestarian sejarah yang menceritakan perjalanan panjang serta perkembangan Kota Surabaya dari masa ke masa.



Museum ini dinamai "Museum Surabaya" karena seluruh koleksi, narasi, dan tema yang diangkat di dalamnya berfokus secara eksklusif pada sejarah, budaya, dan perkembangan Kota Surabaya. Nama "Museum Surabaya" dipilih karena sangat representatif, mudah diingat, dan langsung memberikan identitas yang jelas mengenai isi dan tujuan museum ini kepada masyarakat luas. Nama ini juga mencerminkan rasa bangga dan kepemilikan warga Surabaya terhadap museum kebanggaan mereka.



Museum Surabaya telah menyediakan pelataran parkir yang cukup luas dan nyaman bagi para pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir ini terletak di sekitar kompleks gedung museum dan mudah diakses. Selain itu, bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum, akses menuju museum juga sangat mudah, yaitu dari Stasiun Gubeng (berjarak sekitar 6,8 km), Stasiun Pasar Turi (berjarak sekitar 2,5 km), atau dari Alun-alun Contong (berjarak sekitar 3,9 km).



Desain arsitektur kolonial Belanda yang melekat pada bangunan eks-SIOLA dipilih untuk tetap dipertahankan karena bangunan ini merupakan salah satu cagar budaya yang sangat berharga bagi Kota Surabaya. Bangunan ini telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah kota sejak tahun 1877. Pelestarian gaya arsitektur asli ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan warisan budaya leluhur. Dengan mempertahankan desain asli, Museum Surabaya tidak hanya menyajikan koleksi di dalamnya, tetapi juga bangunannya sendiri merupakan "koleksi" bersejarah yang hidup dan dapat dinikmati oleh pengunjung.

Alamat lengkap Museum Surabaya berada di Jalan Tunjungan Nomor 1-3, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan cagar budaya yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Secara geografis, Museum Surabaya terletak pada titik koordinat 7°15'22,7" Lintang Selatan dan 112°44'15,5" Bujur Timur.

Museum Surabaya telah menyediakan pelataran parkir yang cukup luas dan nyaman bagi para pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir ini terletak di sekitar kompleks gedung museum dan mudah diakses. Selain itu, bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum, akses menuju museum juga sangat mudah, yaitu dari Stasiun Gubeng (berjarak sekitar 6,8 km), Stasiun Pasar Turi (berjarak sekitar 2,5 km), atau dari Alun-alun Contong (berjarak sekitar 3,9 km).

Di dalam Museum Surabaya, pengunjung dapat menjumpai lebih dari 1.000 koleksi benda bersejarah yang sangat berharga. Sebagian besar koleksi tersebut memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Kota Surabaya. Koleksi yang dipamerkan meliputi arsip pemerintahan Kota Surabaya pada masa lalu, furnitur kuno yang sarat nilai estetika, piano antik, serta berbagai trofi kebanggaan kota. Museum ini juga membagi koleksinya ke dalam empat zona tematik yang menarik, yaitu zona seniman, zona transportasi, zona kesehatan, dan zona Wali Kota Surabaya.

Bangunan Museum Surabaya yang berlokasi di eks-Gedung SIOLA mengusung gaya desain arsitektur kolonial Belanda yang khas dan megah. Sejak pertama kali dibangun pada tahun 1877 sebagai toko serba ada (department store), gedung ini dirancang dengan arsitektur Eropa yang kokoh, elegan, dan sarat dengan ornamen-ornamen klasik. Gaya desain ini menjadikan gedung Museum Surabaya sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang sangat dilindungi dan dibanggakan oleh masyarakat Kota Surabaya.

Ide untuk mendirikan Museum Surabaya dicetuskan oleh Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya saat itu, Ibu Tri Rismaharini. Pemerintah kota memiliki visi yang mulia untuk melestarikan sejarah dan budaya Kota Surabaya dengan mengubah gedung bersejarah eks-SIOLA yang sarat akan nilai historis menjadi sebuah museum yang representatif dan edukatif bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan informasi yang tersedia, desain awal bangunan eks-SIOLA yang kini menjadi Museum Surabaya merupakan rancangan arsitek pada era kolonial Belanda. Namun, untuk proses perombakan dan alih fungsi gedung menjadi museum pada tahun 2015, perancangan dan penataan interior maupun eksterior dilakukan oleh tim arsitek dan desainer yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya. Mereka bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya untuk memastikan nilai historis bangunan tetap terjaga.

Seluruh rangkaian pembangunan dan penataan Museum Surabaya berhasil diselesaikan pada tahun 2015, tepatnya menjelang bulan Mei. Proses pengerjaan yang relatif cepat ini menunjukkan keseriusan dan komitmen tinggi dari Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan ruang edukasi sejarah yang berkualitas bagi warganya.

Desain arsitektur Museum Surabaya tidak dibuat dari awal karena bangunan yang digunakan merupakan gedung cagar budaya yang sudah ada sejak tahun 1877. Proses desain yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya lebih bersifat adaptif dan restoratif. Tim arsitek dan desainer bekerja keras untuk mempertahankan keaslian gaya arsitektur kolonial Belanda pada bagian eksterior bangunan. Sementara itu, pada bagian interior, mereka merancang tata ruang yang modern, interaktif, dan nyaman bagi pengunjung tanpa menghilangkan nilai sejarah dan estetika bangunan aslinya. Keseimbangan antara pelestarian sejarah dan inovasi modern inilah yang menjadi kunci utama dari desain Museum Surabaya.

Proses pembangunan atau perombakan gedung eks-SIOLA menjadi Museum Surabaya dimulai pada tahun 2015. Pemerintah Kota Surabaya melakukan revitalisasi dan restorasi besar-besaran terhadap gedung bersejarah ini untuk mengubah fungsinya dari pusat perbelanjaan menjadi museum yang layak dan nyaman bagi pengunjung.

Pembangunan Museum Surabaya merupakan sebuah upaya revitalisasi dan restorasi yang sangat hati-hati karena melibatkan bangunan cagar budaya. Pemerintah Kota Surabaya melakukan perombakan total terhadap fungsi gedung eks-SIOLA dari pusat perbelanjaan menjadi museum. Proses ini meliputi perbaikan struktur bangunan, pengecatan ulang dengan tetap mempertahankan ornamen-ornamen asli, pemasangan instalasi listrik dan pencahayaan yang sesuai standar museum, serta pembangunan fasilitas penunjang seperti toilet, pusat usaha kecil dan menengah, dan pusat Anjungan Tunai Mandiri. Seluruh proses dikerjakan dengan penuh dedikasi dan ketelitian sehingga selesai tepat waktu pada tahun 2015.

Acara peresmian pembukaan Museum Surabaya untuk publik dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2015. Sejak hari bersejarah tersebut, Museum Surabaya resmi beroperasi dan membuka pintunya bagi seluruh masyarakat, baik dari Kota Surabaya maupun dari berbagai daerah lainnya di Indonesia, untuk belajar dan menikmati kekayaan sejarah Kota Pahlawan.

Museum Surabaya secara resmi diresmikan pada tanggal 3 Mei 2015 oleh Wali Kota Surabaya yang sangat visioner dan berdedikasi tinggi, yaitu Ibu Tri Rismaharini. Peresmian ini menjadi tonggak sejarah yang sangat penting bagi Kota Surabaya karena menandai dimulainya era baru pelestarian sejarah dan kebudayaan kota melalui sebuah museum yang modern, interaktif, dan informatif.

Tata letak seluruh koleksi Museum Surabaya dirancang secara tematik, kronologis, dan interaktif. Setiap zona, yaitu zona seniman, zona transportasi, zona kesehatan, dan zona Wali Kota Surabaya, ditata secara berurutan untuk membawa pengunjung dalam sebuah perjalanan sejarah yang utuh dan mengesankan. Setiap benda koleksi ditempatkan di dalam etalase kaca yang aman dengan pencahayaan yang mendukung, dilengkapi dengan papan informasi yang jelas dan komunikatif. Penataan yang rapi dan sistematis ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal, menyenangkan, dan berkesan bagi setiap pengunjung.

Museum Surabaya menata seluruh koleksinya dengan sangat rapi dan tematik ke dalam empat zona utama, yakni sebagai berikut:

1.   Zona Seniman: Menampilkan koleksi yang berkaitan dengan para seniman dan budayawan yang lahir atau berkarya di Surabaya.

2.   Zona Transportasi: Menyajikan sejarah perkembangan moda transportasi di Surabaya dari masa ke masa.

3.   Zona Kesehatan: Memamerkan alat-alat kesehatan dan sejarah perkembangan layanan kesehatan di Kota Surabaya.

4.   Zona Wali Kota Surabaya: Menampilkan arsip, dokumentasi, dan memorabilia para pemimpin Kota Surabaya sepanjang sejarah. Setiap zona ditempatkan di ruangan yang berbeda secara berurutan sehingga pengunjung dapat menikmati alur cerita sejarah yang koheren dan mudah diikuti.

Museum Surabaya harus dibangun karena memiliki tujuan yang sangat mulia dan strategis, yaitu:

1.   Melestarikan Sejarah: Menjadi wadah untuk menyimpan, merawat, dan melestarikan benda-benda bersejarah serta arsip penting tentang perkembangan Kota Surabaya agar tidak hilang ditelan zaman.

2.   Sarana Edukasi: Menyediakan fasilitas belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mencintai sejarah kota kelahirannya.

3.   Destinasi Wisata Budaya: Menjadi ikon wisata budaya baru di Kota Surabaya yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

4.   Identitas Kota: Memperkuat identitas dan jati diri Kota Surabaya sebagai kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan perjuangan.



Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa melupakan."

  • Share:

You Might Also Like

0 Komentar

Berkomentarlah dengan sopan dan santun