MUSEUM SURABAYA
Bismillahirrahmanirrohim.
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, museum Surabaya adalah sebuah museum yang terletak di jantung Kota
Surabaya, tepatnya di Jalan Tunjungan Nomor 1-3, Kelurahan Genteng, Kecamatan
Genteng. Museum ini menempati gedung bersejarah eks-SIOLA yang dulunya bernama Whiteaway
Laidlaw, sebuah bangunan cagar budaya yang telah berdiri sejak tahun 1877.
Museum Surabaya berfungsi sebagai pusat dokumentasi, edukasi, dan pelestarian
sejarah yang menceritakan perjalanan panjang serta perkembangan Kota Surabaya
dari masa ke masa.
Museum ini dinamai "Museum Surabaya" karena
seluruh koleksi, narasi, dan tema yang diangkat di dalamnya berfokus secara
eksklusif pada sejarah, budaya, dan perkembangan Kota Surabaya. Nama
"Museum Surabaya" dipilih karena sangat representatif, mudah diingat,
dan langsung memberikan identitas yang jelas mengenai isi dan tujuan museum ini
kepada masyarakat luas. Nama ini juga mencerminkan rasa bangga dan kepemilikan
warga Surabaya terhadap museum kebanggaan mereka.
Museum Surabaya telah menyediakan pelataran parkir
yang cukup luas dan nyaman bagi para pengunjung yang datang menggunakan
kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir ini
terletak di sekitar kompleks gedung museum dan mudah diakses. Selain itu, bagi
pengunjung yang menggunakan transportasi umum, akses menuju museum juga sangat
mudah, yaitu dari Stasiun Gubeng (berjarak sekitar 6,8 km), Stasiun Pasar Turi
(berjarak sekitar 2,5 km), atau dari Alun-alun Contong (berjarak sekitar 3,9
km).
Desain arsitektur kolonial Belanda yang melekat pada
bangunan eks-SIOLA dipilih untuk tetap dipertahankan karena bangunan ini
merupakan salah satu cagar budaya yang sangat berharga bagi Kota Surabaya.
Bangunan ini telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah kota sejak
tahun 1877. Pelestarian gaya arsitektur asli ini merupakan bentuk penghormatan
terhadap nilai sejarah dan warisan budaya leluhur. Dengan mempertahankan desain
asli, Museum Surabaya tidak hanya menyajikan koleksi di dalamnya, tetapi juga
bangunannya sendiri merupakan "koleksi" bersejarah yang hidup dan
dapat dinikmati oleh pengunjung.
Alamat lengkap Museum Surabaya berada di Jalan
Tunjungan Nomor 1-3, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya,
Provinsi Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan cagar
budaya yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Secara
geografis, Museum Surabaya terletak pada titik koordinat 7°15'22,7"
Lintang Selatan dan 112°44'15,5" Bujur Timur.
Museum Surabaya telah menyediakan pelataran parkir
yang cukup luas dan nyaman bagi para pengunjung yang datang menggunakan
kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Area parkir ini
terletak di sekitar kompleks gedung museum dan mudah diakses. Selain itu, bagi
pengunjung yang menggunakan transportasi umum, akses menuju museum juga sangat
mudah, yaitu dari Stasiun Gubeng (berjarak sekitar 6,8 km), Stasiun Pasar Turi
(berjarak sekitar 2,5 km), atau dari Alun-alun Contong (berjarak sekitar 3,9
km).
Di dalam Museum Surabaya, pengunjung dapat menjumpai
lebih dari 1.000 koleksi benda bersejarah yang sangat berharga. Sebagian besar
koleksi tersebut memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Kota
Surabaya. Koleksi yang dipamerkan meliputi arsip pemerintahan Kota Surabaya
pada masa lalu, furnitur kuno yang sarat nilai estetika, piano antik, serta
berbagai trofi kebanggaan kota. Museum ini juga membagi koleksinya ke dalam
empat zona tematik yang menarik, yaitu zona seniman, zona transportasi, zona
kesehatan, dan zona Wali Kota Surabaya.
Bangunan Museum Surabaya yang berlokasi di eks-Gedung
SIOLA mengusung gaya desain arsitektur kolonial Belanda yang khas dan megah.
Sejak pertama kali dibangun pada tahun 1877 sebagai toko serba ada (department
store), gedung ini dirancang dengan arsitektur Eropa yang kokoh, elegan,
dan sarat dengan ornamen-ornamen klasik. Gaya desain ini menjadikan gedung
Museum Surabaya sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang sangat dilindungi
dan dibanggakan oleh masyarakat Kota Surabaya.
Ide untuk mendirikan Museum Surabaya dicetuskan oleh
Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya saat itu, Ibu
Tri Rismaharini. Pemerintah kota memiliki visi yang mulia untuk melestarikan
sejarah dan budaya Kota Surabaya dengan mengubah gedung bersejarah eks-SIOLA
yang sarat akan nilai historis menjadi sebuah museum yang representatif dan
edukatif bagi seluruh masyarakat.
Berdasarkan informasi yang tersedia, desain awal
bangunan eks-SIOLA yang kini menjadi Museum Surabaya merupakan rancangan
arsitek pada era kolonial Belanda. Namun, untuk proses perombakan dan alih
fungsi gedung menjadi museum pada tahun 2015, perancangan dan penataan interior
maupun eksterior dilakukan oleh tim arsitek dan desainer yang ditunjuk langsung
oleh Pemerintah Kota Surabaya. Mereka bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Surabaya untuk memastikan nilai historis bangunan tetap terjaga.
Seluruh rangkaian pembangunan dan penataan Museum
Surabaya berhasil diselesaikan pada tahun 2015, tepatnya menjelang bulan Mei.
Proses pengerjaan yang relatif cepat ini menunjukkan keseriusan dan komitmen
tinggi dari Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan ruang edukasi sejarah
yang berkualitas bagi warganya.
Desain arsitektur Museum Surabaya tidak dibuat dari
awal karena bangunan yang digunakan merupakan gedung cagar budaya yang sudah
ada sejak tahun 1877. Proses desain yang dilakukan oleh Pemerintah Kota
Surabaya lebih bersifat adaptif dan restoratif. Tim arsitek dan desainer
bekerja keras untuk mempertahankan keaslian gaya arsitektur kolonial Belanda
pada bagian eksterior bangunan. Sementara itu, pada bagian interior, mereka
merancang tata ruang yang modern, interaktif, dan nyaman bagi pengunjung tanpa
menghilangkan nilai sejarah dan estetika bangunan aslinya. Keseimbangan antara
pelestarian sejarah dan inovasi modern inilah yang menjadi kunci utama dari
desain Museum Surabaya.
Proses pembangunan atau perombakan gedung eks-SIOLA
menjadi Museum Surabaya dimulai pada tahun 2015. Pemerintah Kota Surabaya
melakukan revitalisasi dan restorasi besar-besaran terhadap gedung bersejarah
ini untuk mengubah fungsinya dari pusat perbelanjaan menjadi museum yang layak
dan nyaman bagi pengunjung.
Pembangunan Museum Surabaya merupakan sebuah upaya
revitalisasi dan restorasi yang sangat hati-hati karena melibatkan bangunan
cagar budaya. Pemerintah Kota Surabaya melakukan perombakan total terhadap
fungsi gedung eks-SIOLA dari pusat perbelanjaan menjadi museum. Proses ini
meliputi perbaikan struktur bangunan, pengecatan ulang dengan tetap
mempertahankan ornamen-ornamen asli, pemasangan instalasi listrik dan
pencahayaan yang sesuai standar museum, serta pembangunan fasilitas penunjang
seperti toilet, pusat usaha kecil dan menengah, dan pusat Anjungan Tunai
Mandiri. Seluruh proses dikerjakan dengan penuh dedikasi dan ketelitian
sehingga selesai tepat waktu pada tahun 2015.
Acara peresmian pembukaan Museum Surabaya untuk publik
dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2015. Sejak hari bersejarah tersebut, Museum
Surabaya resmi beroperasi dan membuka pintunya bagi seluruh masyarakat, baik
dari Kota Surabaya maupun dari berbagai daerah lainnya di Indonesia, untuk
belajar dan menikmati kekayaan sejarah Kota Pahlawan.
Museum Surabaya secara resmi diresmikan pada tanggal 3
Mei 2015 oleh Wali Kota Surabaya yang sangat visioner dan berdedikasi tinggi,
yaitu Ibu Tri Rismaharini. Peresmian ini menjadi tonggak sejarah yang sangat
penting bagi Kota Surabaya karena menandai dimulainya era baru pelestarian
sejarah dan kebudayaan kota melalui sebuah museum yang modern, interaktif, dan
informatif.
Tata letak seluruh koleksi Museum Surabaya dirancang
secara tematik, kronologis, dan interaktif. Setiap zona, yaitu zona seniman,
zona transportasi, zona kesehatan, dan zona Wali Kota Surabaya, ditata secara
berurutan untuk membawa pengunjung dalam sebuah perjalanan sejarah yang utuh
dan mengesankan. Setiap benda koleksi ditempatkan di dalam etalase kaca yang
aman dengan pencahayaan yang mendukung, dilengkapi dengan papan informasi yang
jelas dan komunikatif. Penataan yang rapi dan sistematis ini bertujuan untuk
memberikan pengalaman belajar yang optimal, menyenangkan, dan berkesan bagi
setiap pengunjung.
Museum Surabaya menata seluruh koleksinya dengan
sangat rapi dan tematik ke dalam empat zona utama, yakni sebagai berikut:
1.
Zona
Seniman: Menampilkan koleksi
yang berkaitan dengan para seniman dan budayawan yang lahir atau berkarya di
Surabaya.
2.
Zona
Transportasi: Menyajikan
sejarah perkembangan moda transportasi di Surabaya dari masa ke masa.
3.
Zona
Kesehatan: Memamerkan alat-alat
kesehatan dan sejarah perkembangan layanan kesehatan di Kota Surabaya.
4.
Zona
Wali Kota Surabaya:
Menampilkan arsip, dokumentasi, dan memorabilia para pemimpin Kota Surabaya
sepanjang sejarah. Setiap zona ditempatkan di ruangan yang berbeda secara
berurutan sehingga pengunjung dapat menikmati alur cerita sejarah yang koheren
dan mudah diikuti.
Museum Surabaya harus dibangun karena memiliki tujuan
yang sangat mulia dan strategis, yaitu:
1.
Melestarikan
Sejarah: Menjadi wadah untuk
menyimpan, merawat, dan melestarikan benda-benda bersejarah serta arsip penting
tentang perkembangan Kota Surabaya agar tidak hilang ditelan zaman.
2.
Sarana
Edukasi: Menyediakan
fasilitas belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi masyarakat, khususnya
generasi muda, untuk mengenal dan mencintai sejarah kota kelahirannya.
3.
Destinasi
Wisata Budaya: Menjadi ikon
wisata budaya baru di Kota Surabaya yang dapat menarik wisatawan domestik
maupun mancanegara.
4.
Identitas
Kota: Memperkuat identitas
dan jati diri Kota Surabaya sebagai kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan
perjuangan.
Demikian, ulasan film yang telah saya bagikan dan semoga
memberikan manfaat, memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman kepada para
pembaca sekita karena saya bersyukur dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang
saya miliki. Mohon maaf, jika ada salah kata dan khilaf dalam ketikan saya.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
"Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara
tanpa disela. Mengulas adalah cara terbaik untuk menonton tanpa
melupakan."




0 Komentar
Berkomentarlah dengan sopan dan santun